NEWS

Kejari Bateng Memastikan Apapun Hasil Audit BPKP Soal Kahati Akan Ditindaklanjuti

Lensabangkabelitung.com, Koba – Dugaan kasus korupsi pada proyek pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Kahati), yang berada di kawasan Hutan Kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, terus ditelusuri Kejaksaan Negeri Bangka Tengah. Jaksa penyelidik masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Apapun hasil audit BPKP tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti,” kata Kasi Pidsus Kejari Bateng Izhar, Jumat, 5 Juni 2020.

Izhar juga mengatakan bahwa setelah hasil audit tersebut keluar, maka tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang ikut terseret dalam kasus ini, dan untuk sekarang kasus ini sudah menyeret satu nama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangka Tengah yang berinisial AI. Al sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Bateng sejak 15 November 2018 lalu.

Ia juga menjelaskan bahwa penyelidikan kasus dengan nilai kontrak proyek Rp 1,48 Milliar dari dana DAK ini sedikit terhalang dengan adanya pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung. Terakhir saat pihaknya menghubungi BPKP, diketahui bahwa ketua tim auditor BPKP tersebut sedang berada di Jakarta.

Saat ditanyakan kapan pihak Kejari akan kembali memanggil AI, Izhar mengatakan bahwa untuk pemanggilan itu disesuaikan dengan kebutuhan, seperti jika hasil audit sudah keluar pihaknya akan memeriksa saksi ahli dari BPKP itu sendiri. Dan diakuinya sejauh ini AI masih dinilai kooperatif dengan pihak Kejari.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Daerah Bateng, Wahyu saat ditanyakan terkait bagaimana proses di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) bagi AI, ia memilih untuk tidak banyak berkomentar.

Ia hanya mengatakan untuk langsung menanyakan hal ini kepada Sekretaris Daerah Bateng sebagai Kepala Baperjakat.

Penulis: Hendri Ahen | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button