BANGKA TENGAHNEWS

Jorok! Gapura Perbatasan Kota Koba di Desa Nibung, Penuh Tumpukan Sampah

Lensabangkabelitung.com, Koba – Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, masih belum sepenuhnya tertanam di dalam jiwa masyarakat. Salah satu contohnya, tumpukan sampah berserak di gerbang perbatasan Kota Koba, yang berada di Desa Nibung, Bangka Tengah.

Di area gerbang yang salah satu sisinya tertera tulisan ‘Selamat Jalan dari Kota Koba’ itu, banyak sampah dari rumah tangga. Seperti yang terlihat saat Lensabangkabelitung.com, mendatangi tempat tersebut pada Kamis, 25 Juni 2020. Tak cuma pemandangan yang tak nyaman dilihat, aroma busuk pun menusuk hidung.

Ketika dihubungi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah, Rusli mengatakan ia belum mengatahui adanya tumpukan sampah-sampah yang terasa mengganggu tersebut.

Ia pun berjanji akan segera turun langsung ke lapangan untuk memeriksa lokasi tempat penumpukan sampah di pinggir jalan tersebut. Kalau dianggap mengganggu pemandangan, pihaknya akan segera mengangkut sampah tersebut.

“Nanti kita cek, kalau memang mengganggu penglihatan masyarakat akan kita angkut, nanti kita dump truck kita angkut kembali,” ujarnya.

Dikatakan Rusli, sebenarnya Pemkab Bateng sudah mempersiapkan lahan sekitar enam hektar di Desa Nibung yang dipersiapkan untuk tempat pembuangan sampah. Area itu pun sudah dibagi dalam beberapa blok.

“Pada saat ini, Blok A dan B memang sudah penuh tapi masih digunakan, dan rencana blok C dan D juga akan segera dibuka, biaya untuk membuka dua blok baru tersebut dibantu Satker APBN Provinsi,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, pembukaan dua blok baru itu belum bisa terealisasi. Dia menyebutkan anggarannya terkendala karena dipangkas untuk penanggulangan Covid-19.

“Kita belum tahu apakah bisa diusulkan kembali di tahun 2021,” ujar dia.

Sehingga saat ini pihaknya lebih mengoptimalkan blok A dan B dengan fasilitas yang ada pada saat ini, yang menurut dia pengolahan sampah di sana sudah menerapkan controlled landfill yang sudah mengarah ke sanitary landfill.

Penulis: Hendri Ahen | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close