NEWS

Jokowi Tunda Masuk Sekolah, Uji Coba Pembelajaran SMA/SMK di Babel Tetap Lanjut

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Presiden Jokowi dikabarkan akan menunda rencana masuk sekolah bagi siswa di Indonesia. Penundaan tersebut disebabkan kekhawatiran Jokowi jika sekolah akan menjadi klaster baru penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Lantas bagaimana dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Soleh mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan rencana uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk sekolah piloting yang sudah ditetapkan.

“Kita masih sesuai dengan rencana,” ujar Soleh saat dihubungi Lensabangkabelitung.com, Senin Malam, 1 Juni 2020.

Hingga saat ini, kata Soleh, sudah ada 6 sekolah yang disiapkan untuk melakukan uji coba KBM ditengah penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung.

“Cuma SMA Negeri 1 Pemali Kabupaten Bangka yang sebelumnya ditetapkan sebagai sekolah piloting kita gantikan dengan sekolah lain, yakni SMA Negeri 1 Belinyu,” ujar dia.

Sedangkan untuk SMA Negeri 3 Kota Pangkalpinang, kata Soleh, pelaksanaan program uji coba KBM akan ditunda terlebih dahulu.

“Penundaan di SMA Negeri 3 Kota Pangkalpinang dikarenakan adanya pertimbangan dan masukan dari tim gugus tugas provinsi dan kota,” ujar dia.

Meski begitu, kata Soleh, untuk tetap Kota Pangkalpinang tidak ada pergeseran sekolah atau rencana mengganti SMA Negeri 3 dengan sekolah lain.

“Untuk Pangkalpinang tidak ada pergeseran karena Pangkalpinang zona merah. Ini kita tunda sampai ada masukan dari tim gugus tugas Covid-19,” ujar dia.

Sebelumnya Soleh menuturkan pihaknya sudah menyiapkan panduan yang wajib dilaksanakan warga sekolah agar uji coba KBM berjalan lancar.

“Sekolah harus menscreening guru dan tenaga kependidikan. Jika ada yang menderita obesitas, diabetes, jantung, penyakit pembuluh darah, hamil, kanker dan daya tahan tubuh lemah serta menurun disarankan tidak datang ke sekolah,” ujar dia.

Selain screening fisik, kata Soleh, screening juga dilakukan di zona lokasi tempat tinggal. Untuk itu guru dan tenaga kependidikan serta pegawai di sekolah yang berasal dari zona merah tidak masuk ke lingkungan sekolah.

“Pihak sekolah yang tidak lolos screening diminta menjalankan tugasnya dari rumah. Selain itu, pihak sekolah juga wajib melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa sehingga seluruh warga sekolah tahu apa saja yang harus dilakukan,” ujar dia.

Soleh menambahkan siswa yang masuk ke sekolah juga akan discreening dan dicek suhu tubuh. Jika suhu tubuh diatas 38 derajat, kata dia, siswa diminta untuk kembali di rumah.

“Selain itu penyemprotan disinfektan dilakukan untuk mensterilkan lingkungan sekolah. Sebelum siswa masuk ruangan harus steril. Begitu juga ketika siswa pulang. Siswa wajib menggunakan masker,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close