LENSA KESEHATANLENSA NASIONALNEWS

Anak Gubernur Positif Covid-19 Tidak Diumumkan, Humas Gugus Tugas Babel Lemah

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kabar mengenai anak bungsu Gubernur Bangka Belitung yang terkonfirmasi positif Covid-19 sempat sempat tidak diumumkan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Bangka Belitung.

Sebelumnya dalam rilis yang disampaikan GTPP Covid-19 Bangka Belitung pada tanggal 3 Juni 2020 lalu, tertulis hanya TAZ, 16 tahun, perempuan, beralamat di Bangka Tengah dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab pada 3 Juni 2020. Tidak disebutkan secara spesifik dalam rilis tersebut terkait hal lainnya, seperti riwayat perjalanannya seperti beberapa pasien lain yang bahkan lengkap disebut clusternya. Hal itulah yang membuat banyak pihak menganggap adanya upaya menutupi kasus tersebut.

Direktur RSUP Soekarno Bangka Belitung Armayani Rusli mengatakan sejak adanya kasus penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung fungsi kehumasan dianggap masih lemah.

“Memang benar kalau humas gugus tugas sejak adanya kasus Covid-19, mohon maaf sekali, saya bilang lemah,” ujar dia.

Dalam memberi informasi dan data soal Covid-19, kata Armayani, bagian humas gugus tugas seharusnya dapat mencontoh humas gugus tugas provinsi lain.

“Humas kita seharusnya harus kuat seperti provinsi lain. Cermin dari penataan penanganan Covid-19 seperti kita lihat dari provinsi-provinsi lain sangat tergantung pada humasnya,” ujar dia.

Menurut Armayani, sebelumnya dia sudah beberapa kali memposisikan diri sebagai humas. Namun hal tersebut tidak diperbolehkan mengingat dia sebagai orang lapangan.

“Saya sebenarnya beberapa kali memposisikan diri sebagai humas tapi saya tidak boleh. Saya orang lapangan kerja ya kerja dan tidak masalah. Seperti hari ini saya akan menyiapkan operasi terhadap pasien kuret yang rapidnya reaktif. Saya sudah siapkan kamar operasi, alat bius dan sebagainya. Pasien mau operasi di RSUP Soekarno mau tidak, yang penting saya siapkan. Dokter saya siapkan termasuk baju supaya aman saat melakukan operasi,” ujar dia.

Untuk itu, kata Armayani, jika pihak media ingin menanyakan informasi soal berita bisa langsung menghubunginya. “Kalau kawan-kawan mau minta berita, ke saya sajalah,” ujar dia.

Armayani mengatakan kepastian bahwa anak gubernur positif Covid-19 tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang keluar pada Selasa kemarin.

“Semua keluarga gubernur sudah swab, termasuk ibu dan anak-anak. Dari hasil yang diambil swab itu yang positif adalah anak beliau yang bungsu,” ujar dia.

Armayani membantah adanya tudingan bahwa pihaknya berupaya menutupi kasus tersebut karena menyangkut keluarga gubernur.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena apa, itu karena swabnya terdaftar di Pusat Litbangkes Jakarta. Swabnya dikirim oleh Labkesda ke Jakarta. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi karena kalau ditutup-tutupi itu merupakan kejahatan tingkat Indonesia, bukan Babel lagi,” ujar dia.

Armayani menambahkan saat ini anak bungsu gubernur tersebut sedang dikarantina mandiri di rumah pribadi gubernur dibawah pertanggungjawaban langsung Dinas Kesehatan.

“Yang positif masih ada dikarantina di rumah pribadi beliau. Karantina juga sudah persetujuan saya, Pak Mulyono dan Pak Andre. Diisolasi mandiri di rumah pribadi karena kita harus menjaga privasi. Kalau di rumah dinas nanti orang ribut lagi,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close