NEWS

‘Kuliahi’ Pemkab Babar, Mikron Contohkan Singapura untuk Jelaskan Kasus ABK Positif

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Sekitar 80 sampai 90 persen kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai oleh Kepala Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa sebagi kasus impor (imported case) yang berasal dari luar.

“Artinya, kayak di Merawang itu, di Merawang itu KTP-nya Cilacap, tapi tetap masuk Kabupaten Bangka. Saya ambil contoh, ada orang Bangka Belitung yang pergi ke Jakarta dan dari sini dalam keadaan sehat, namun sampai di Bekasi di-rapid dan di-swab, ternyata positif dan diakui sebagai kasus Kota Bekasi, dia tidak memulangkannya ke Bangka jadi kasus kita,” jelas Mikron Antariksa, Kamis, 7 Mei 2020.

Lebih lanjut, Mikron menjelaskan bahwa untuk dalam cakupan internasional juga memiliki prinsip yang sama.

Kata Mikron sebagai percontohan lagi, tidak mungkin misalnya, Singapura memulangkan warga negara Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang berada di sana untuk minta dimasukan ke dalam data jumlah kasus nasional di Indonesia, pasti tetap menjadi kasus terkonfirmasi di Singapura.

“Cuma di Singapura itu tegas ya, bagi WNA atau warga negara lain selain Singapura, masuk ke Singapura dan terkonfirmasi positif Covid-19, seluruh biaya pengobatan, perawatan dan lain-lainnya dibebankan ke negara yang bersangkutan,” ujar Mikron, ketika ditemui Lensabangkabelitung.com di Muntok.

Penjelasan Mikron tersebut, berbentuk analogi kasus di tempat lain yang serupa dengan apa yang terjadi di Bangka Barat. Dengan harapan agar masyarakat dan Pemerintah Bangka Barat bisa memaklumi 15 ABK Pertamina terkonfirmasi positif Covid-19 yang ber-KTP luar Babar ini dimasukkan ke dalam data kasus Kabupaten Bangka Barat.

“Jadi mau tidak mau kasus yang ada TKP-nya ada di Tanjung Kalian, itu masuk ke dalam Bangka Belitung dan TKP-nya Bangka Barat, mohon izin dan mohon maaf,” demikian Mikron Antariksa.

Mikron memberi contoh demikian, karena sebelumnya sempat terjadi tarik ulur, karena Pemkab Bangka Barat sempat keberatan atas pencantuman kasus dari ABK positif, sebagai bagian dari data jumlah kasus positif Covid-19 Bangka Barat.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button