NEWS

Ketahuan Menyusup, 3 Kernet Palsu Dipulangkan dari Tanjung Kalian, Tiketnya? Beli Sendiri!

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Ada-ada saja ulah tiga orang yang nekat masuk ke Bangka melalui jalur laut dari Tanjung Api-api ke Tanjung Kalian, Muntok. Mereka menyaru sebagai kernet dengan cara ikut dalam muatan mobil pembawa barang.

Meski upaya penyusupan mereka berhasil di Tanjung Api-api, tidak halnya dengan di Tanjung Kalian. Saat tiba Jumat sore, 15 Mei 2020, mereka tertangkap basah oleh petugas penjaga posko Covid-19 Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok.

Tiga penumpang gelap dari Pelabuhan Tanjung Api-Api yang tertangkap basah tersebut kemudian digelandang dan dimintai keterangan oleh pihak petugas penjaga posko Covid-19 Tanjung Kalian Muntok yakni Sat Pol PP, Polsek Muntok, dan TNI.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama mengaku telah berkoordinasi dengan Kabag Ops Polres Bangka Barat untuk memeriksa lebih lanjut sopir mobil pembawa barang tersebut karena ada indikasi menerima bayaran dari tiga orang penumpang gelap yang mencoba menyusup masuk ke Bangka Belitung dengan cara ikut dalam kendaraan logistik dan menyamar sebagai kernet.

“Sedangkan penumpang gelap tersebut setelah dimintai keterangan langsung dikembalikan ke seberang sesuai asal kedatangan,” kata Sidarta Gautama via pesan singkat WhatsApp, Jumat, 15 Mei 2020.

Proses pemulangan tiga orang penumpang gelap yang mencoba menyusup masuk ke Bangka Belitung tersebut dibantu oleh GM ASDP Tanjung Kalian, Rudi Hanafiah agar bisa kembali ke daerah asal kedatangan.

Lalu, sebagai konsekuensi pelanggaran, penumpang tersebut tidak dibantu biaya apa pun dalam artian harus membeli tiket pulang dengan menggunakan isi dompet sendiri.

“GM ASDP Tanjung Kalian Pak Rudi ikut membantu proses pemulangan kembali penumpang gelap tersebut ke daerah asalnya, karena pelanggaran yang dilakukan, penumpang tanpa di bantu biaya apapun sebagai konsekuensi pelanggaran,” ujarnya.

“Itu konsekuensi pelanggaran persyaratan penyeberangan, karena tidak lengkap persyaratan, jadi dikembalikan lagi,” demikian Sidarta Gautama.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button