NEWS

BREAKING NEWS: Pendatang Asal Bangladesh Juga Positif, Hari Ini Pangkalpinang Tambah 3

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Perkembangan terbaru hasil pemeriksaan sampel swab dari Labkesda Palembang, ternyata dari dua yang sudah diumumkan hari ini, masih bertambah satu lagi. Sehingga total hingga pukul 16.50 sore ini, 19 Mei 2020, ada tiga kasus positif terbaru Covid-19 di Pangkalpinang.

Kabar terbaru ini disampaikan Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil kepada Lensabangkabelitung.com.

“Iya ada satu WNA yang juga positif. Info lanjutannya, bisa tanya ke Pak Kadinkes,” ujar Molen.

Kepala Kadinkes Kota Pangkalpinang, dr Masagus Hakim membenarkan kalau ada satu lagi kasus terkonfirmasi positif di wilayah Kota Pangkalpinang, menyusul dua kasus yang sudah diumumkan sebelumnya.

“Beliau ini WNA, dari Bangladesh. Umur 56 tahun,” ujar dr Hakim.

Karena saat sampel swab diambil, WNA tersebut sedang berada di Kota Pangkalpinang, secara otomatis menjadi hitungan kasus positif di kota ini.

Dikatakannya, warga asing tersebut berinisial MA, usia 56 tahun. Beralamat di Kelurahan Gajah Mada Kecamatan Rangkui Pangkalpinang.

“Iya, masuk ke data kita. Jadi, dengan satu dari warga asal Bangladesh ini, total hari ini ada tiga semuanya,” kata dr Hakim.

Sebelumnya, dua kasus yang positif hari ini adalah warga Pangkalbalam, seorang perempuan berisial DM usia 32 tahun. Dan, satu lagi warga Gerunggang, laki-laki, berinisial M, usia 62 tahun.

Donny Fahrum

Related Articles

One Comment

  1. Pesawat tolong juga di lock down untuk keluar masuk Babel termasuk semua pelabuhan penyeberangan orang…
    Juga pelabuhan Pelabuhan tikus..
    Yg terdeteksi menjadi OPD itu bisa terpantau sedikit tetapi mereka yg berinteraksi dengan yg positif Tampa tahu’sebelumnya ia positif tentu tidak sedikit..OTG mari bersama-sama jaga Babel..
    Selain keterbatasan ventilator,tenaga medis dll..
    Pemerintah TOLONG kebijaksanaan nya..
    Tutup semua pinru Masuk..in Syaa Allah’apa yang dipertahankan Rasulullah tentu Pasti’ Lebih Baik

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close