NEWS

Waah! Bisa Sebabkan Iritasi, Kementerian Kesehatan Mulai Melarang Penggunaan Bilik Disinfektasi

Lensabangkabelitung.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan bilik disinfeksi secara umum untuk mencegah penularan virus corona. Surat edaran pada intinya tidak menganjurkan kepada Dinas Kesehatan di daerah.

“Tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari dalam surat edarannya bertanggal 2 April 2020 yang dikutip Lensabangkabelitung.com, Sabtu 4 April 2020.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa disinfeksi hanya dilakukan pada permukaan benda mati, seperti lantai, dinding, peralatan, ruangan, pakaian, dan alat pelindung diri.

Tindakan disinfeksi tidak dianjurkan dilakukan pada tubuh manusia karena bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan. Penggunaan desinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah.

Berdasarkan pantauan Kemenkes di lapangan, berbagai macam cairan disinfektan yang digunakan untuk bilik desinfeksi itu, di antaranya diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dan sejenisnya, etanol 70 persen, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), dan hidrogen peroksida (H202).

Disinfektan tersebut merupakan cairan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, dan moda transportasi.

Red

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button