ARTIKELNEWSOPINI

Serunya Latihan Menembak di Mako Brimob Polda Babel, Ini Ceritanya…

Oleh: Hendri Ahen

PESAN WhatsApp yang dikirimkan salah seorang rekan polisi, mampir Kamis pagi, 23 Maret 2020 ke telepon seluler saya. Isinya, ajakan latihan menembak di Brimob Polda Babel, Tanjunggunung, Bangka Tengah. Lebih khusus lagi, ajakan mengenali lapangan tembak Brimob Polda Babel yang baru direhab. Mendapati ajakan menarik ini, saya, Hendri Ahen, wartawan Lensabangkabelitung.com, yang bertugas di Kabupaten Bangka Tengah, langsung mengiyakan.

“Siap,” jawab saya, langsung membalas pesan WhatsApp tersebut.

Bergegas meluncur, jam 13.30 saya sudah berada di lokasi. Jelas tak mau ketinggalan. Karena ini momen perdana menembak bagi saya, sengaja datang lebih cepat setengah jam lebih awal, dari jadwal yang sudah ditentukan.

Tak lama, beberapa wartawan lain juga datang bergabung. Ada sekitar belasan orang wartawan dari Pangkalpinang. Tak menyangka, ternyata saya satu-satunya wartawan dari Bangka Tengah yang mendapat undangan. Terasa sangat spesial.

Setelah semuanya kumpul. Acara latihan menembak pun dimulai. Namun sebelumnya, kami para wartawan dikenalkan teknis, jenis senjata yang digunakan, dan cara menggunakan senjata tersebut. Yang menjelaskannya, salah satu instruktur di Brimob Polda Babel. Saking senangnya tadi, saya jadi lupa menanyakan nama.

Kepada kami, beliau menyebutkan senjata yang kami gunakan untuk latihan adalah jenis senjata terbaru yang dihadirkan di Brimob Polda Babel. “Ini senjata Steyr AUG,” jelasnya, kepada kami. Senjata ini dilengkapi dengan pengukur suhu dan bisa digunakan untuk malam hari. Ada moda night vision yang memungkinkan hasilnya tetap presisi untuk menembak di malam hari. Senjata keren dengan memiliki desain ergonomis yang modern.

Belakangan, dari mbah Google, saya jadi tahu kalau Steyr AUG atau kepanjangannya Armee Universal Gewehr, adalah senjata yang dibuat oleh produsen senjata asal Austria, Steyr Mannlicher.

Kepada kami para peserta menembak, di tahap pertama latihan menembak tadi siang, kami diberikan lima peluru. Titik sasarannya adalah balon yang harus kami tembak dari jarak seratus meter. Dari lima peluru itu, saya berhasil menembak satu buah balon. Sedikit memang. Tapi saya bahagia. Lumayan, untuk penembak pemula seperti saya yang baru pertama kalinya menembak dengan senjata api.

Usai kami menghabiskan lima peluru, kami pun beristirahat sambil menyantap hidangan ringan yang telah disiapkan oleh Mako Brimob Polda. Saya pikir, acarapun segera berakhir. Ternyata tidak. Masih ada ronde kedua. Kami kembali dibekali dengan lima peluru, dengan sasaran tembak yang masih sama, balon.

Namun di ronde kedua ini, saya kurang mampu berkonsentrasi membidik dengan tepat. Dari lima peluru, tak satupun mengenai balon. Semua meleset dari sasaran tembak. “Karena faktor A, faktor angin,” gumam saya dalam hati, sekedar untuk menyenangkan hati. Namun memang di ronde kedua ini angin lumayan kencang, membuat balon yang menjadi sasaran bergoyang-goyang.

Bagi saya, pengalaman menembak hari ini sangat menyenangkan. Apalagi ini adalah pengalaman perdana.

Terima kasih Brimob Polda Babel. Kalau ada acara latihan menembak lagi, mau dong diundang lagi.

Hendri Ahen (Wartawan Lensabangkabelitung.com di Bangka Tengah)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close