NEWS

Satu Keluarga Terancam Terlantar di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Satu keluarga yang terdiri dari satu orang kepala keluarga, ibu rumah tangga beserta dua anak dengan umur 4 dan 7 tahun terancam terlantar di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok. Berdasarkan pantauan dari Lensabangkabelitung.com, Kamis siang 2 April 2020, satu keluarga yang ingin bepergian ke Palembang itu tidak bisa berbuat banyak lantaran tertahan kebijakan yang tidak memperbolehkan masyarakat sipil biasa untuk menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Api-Api tanpa ada keperluan yang dinilai penting dan mendesak.

Pada saat terpantau oleh Lensabangkabelitung.com, saat itu anak (4 tahun) dari keluarga Tarmizi sedang dalam pengecekan pihak KKP lantaran sedang dalam keadaan sakit demam.

“Mau ke Palembang, kami sudah tidak ada uang lagi, belum boleh lewat, anak saya sakit lagi diperiksa ini, tapi kami pak belum boleh,” ucapnya dengan mata berlinang air mata menahan sedih.

Tarmizi yang menjadi kepala keluarga itu juga mengaku tidak lagi mempunyai uang yang cukup untuk hidup di Muntok. Ia juga mengaku tidak lagi mempunyai pekerjaan di Parit Tiga seperti selama ini ia tinggal di Bangka Barat, sehingga hal itu memaksanya untuk mudik ke Palembang.

“Kami dari Parit Tiga, lah sekitar dua tahun biasa be-TI, bejual, belum tau baru tau sekarang kalau tidak bisa lewat, tapi tetap itulah kami mau lewatlah tidak ada lagi uang mata pencaharian,” ungkapnya.

“Biarlah kami disinilah terus kalau emang tidak bisa sampai mati disinilah, mau pulang pak kalau di Palembang Perumnas ada keluarga,” pungkas Tarmizi sambil menghapus airmatanya.

Sementara itu pihak KKP dan Petugas Satpol PP Bangka Barat yang berjaga di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok mengatakan belum berani ambil keputusan karena sesuai dengan tugas untuk menahan siapapun yang tidak dapat menunjukkan surat tugas dan kebutuhan yang dinilai penting dan darurat.

Saat ini Tarmizi beserta keluarga tertahan di pelabuhan Tanjung Kalian, anaknya dalam posisi sakit dan masih dilakukan pemeriksaan di Pos KKP.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button