NEWS

Program Asimilasi Kemenkumham Cegah Corona, Lapas Tanjungpandan Bebaskan 51 WBP Bertahap

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Tanjung Pandan mulai melaksanakan program asimiliasi dan integrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk membebaskan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah tersebut diambil dalam upaya mengurangi dampak penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kalapas Tanjung Pandan Romiwin Hutasoit mengatakan dari 210 WBP yang ada di Lapas Tanjung Pandan, hanya 51 orang WBP yang memenuhi syarat untuk Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) sesuai dengan Permenkumham nomor 10 tahun 2020.

“Kita rencanakan ada 51 orang yang akan menjalani asimiliasi dirumah, terdiri dari 26 orang PB dan 25 orang CB. Bebasnya akan dilakukan bertahap,” ujar Hutasoit kepada Lensabangkabelitung.com, Kamis, 2 April 2020.

Sejak malam tadi hingga pagi ini, kata Hutasoit, pihaknya sudah membebaskan 9 orang WBP. Lima orang WBP dibebaskan malam tadi, sedangkan empat WBP baru pagi tadi.

“Bebasnya bertahap yang semalam ada 5 orang. Rencana 9 karena 4 orang ada subsidernya jadi harus dilaporkan ke kejaksaan. Pagi ini sudah bebas dan keempat orang tersebut sudah melaporkan ke kejaksaan. Jadi sudah 9 orang,” ujar dia.

Hutasoit menuturkan 9 WBP yang sudah dibebaskan tersebut tetap mendapat pengawasan yang nanti akan dilakukan oleh pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Jadi orang itu dipantau alamatnya dimana dan dicek kegiatannya. Wajib lapor di Bapas tentunya yang memantau dan membuat laporan masing-masing setiap orang itu untuk disampaikan langsung ke pusat atau ke kantor masing-masing,” ujar dia.

Terkait adanya WBP yang beralamat di luar Pulau Belitung, Hutasoit menegaskan WBP tersebut akan diserahkan pemantauannya ke Bapas di wilayah yang sesuai dengan alamat yang bersangkutan.

“WBP yang alamatnya diluar Belitung satu orang. Tapi masih dalam satu provinsi Bangka Belitung. Tapi di Provinsi Bangka Belitung ada Bapas lain. Jadi yang bersangkutan langsung diserahkan kesana,” ujar dia.

Hutasoit menambahkan pihaknya tidak menyiapkan anggaran khusus untuk program asimiliasi dan integrasi tersebut. Namun ada reposisi anggaran lain yang dialihkan untuk dana pencegahan Corona sebesar Rp 11 juta.

“Itu minim anggarannya sekita Rp 11 juta dan udah dilaporkan ke pusat. Untuk WBP yang kembali dirumah masyarakat jangan khawatir karena sudah dilakukan pengecekan kesehatan sebanyak dua kali. Bahkan sebelum keluar sudah tidak kontak dengan luar karena kita memutuskan tidak ada kunjungan langsung tapi secara online. Bahkan pegawai atau siapapun yang masuk lapas, wajib melewati bilik disinfektan,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close