NEWS

Lewat Aplikasi Buatan Al Ghozi, Gubernur Erzaldi Akan Pantau ODP

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sulitnya melakukan pengawasan terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang terdata masuk melalui bandara atau pelabuhan ke Babel dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini membuat seorang putra daerah asal Babel menawarkan aplikasi berbasis IT untuk membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Gayung pun bersambut. Pemprov Babel berkenan memakai aplikasi buatan Al Ghozi yang juga adalah founder IT Rumahawan Indonesia.

Diakui Al Ghozi, dirinya bersama tim IT Rumahawan Indonesia akan mendukung penuh Pemprov. Kepulauan Babel dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Gubernur Erzaldi Rosman mengapresiasi metode ini dengan segera merespon presentasi yang dilakukan Al Ghozi kepadanya dalam video conference bersama beberapa pihak terkait penanganan Covid-19 seperti Staf Khusus Bidang IT, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Kepala Dinas beserta Tim Dinas Kominfo Babel.

Gubernur Erzaldi Rosman pun segera menginstruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mempersiapkan tenaga pemandu untuk penggunaan aplikasi untuk memantau ODP.

Dijelaskan Al Ghozi, aplikasi ini mampu melakukan tracing, tracking, dan fencing ODP di Babel secara real time selama 14 hari. Selain itu, aplikasi ini juga mampu menampilkan history aktivitas ODP apabila handphone ODP dalam keadaan offline. Akan tetapi ODP akan diingatkan tegas untuk tidak mematikan telepon selularnya selama 14 hari sejak terdata.

“Aplikasi berbasis mobile, android dengan fitur #LiveLoveTracking merupakan real time Penelusuran (Tracing), Pelacakan (Tracking), dan pengurungan (Fencing) orang yang masuk Babel,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Pemprov Babel yang dikutip Lensabangkabelitung.com pada 4 April 2020.

Dijelaskan lebih lanjut, ODP akan terpantau keberadaannya selama 14 hari, sehingga petugas dapat memastikan bahwa ODP tidak keluar rumah atau bepergian jauh. Itu artinya, ODP benar-benar menjalankan protokol karantina yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Apabila ODP keluar rumah, maka aplikasi akan memberikan tanda (alert) kepada petugas. Jika ODP keluar lebih dari 50 meter dari rumah, petugas dapat segera mendatangi posisi ODP,” jelasnya.

Secara teknis, Gubernur Erzaldi Rosman meminta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mikron Antariksa untuk menyiapkan tenaga pemandu yang bertugas membantu orang datang yang secara otomatis menjadi ODP untuk mengunduh aplikasi ini dan memasukkan data-data kependudukan hingga kondisi kesehatan yang dicek saat tiba di Babel. Sehingga kemudian akan memudahkan petugas memantau secara daring kondisi ODP.

Tidak hanya Ketua Mikron Antariksa, Kadis Kesehatan Mulyono juga diminta untuk menyiapkan tenaga medis untuk membantu sesuai teknis di lapangan dalam menggunakan aplikasi tersebut. Demikian pula kepada Kadis Kominfo Sudarman, Gubernur Erzaldi Rosman juga menginstruksikan agar segera mengerahkan tenaga teknis pada dinasnya untuk membantu secara teknis seperti data center dan konektivitas saat pemantauan melalui aplikasi ini mulai berjalan.

Minggu 5 April 2020, Gubernur Erzaldi Rosman berharap aplikasi dan kesiapan semua pihak pendukung sudah bisa dievaluasi agar dapat segera digunakan.

Donny Fahrum | Release

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close