NEWS

Diminta Distribusi Elpiji Langsung ke Pengguna dengan Biaya Wajar, Begini Tanggapan Pertamina

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta Pertamina melalui penyalur dan sub penyalur dapat melakukan pendistribusian elpiji langsung ke konsumen dengan biaya antar yang wajar. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari berkumpulnya masyarakat yang masih antri saat melakukan pembelian.

Menanggapi permintaan Gubernur tersebut, Sales Branch Manager Pertamina Bangka Wicaksono mengatakan saat ini pihaknya masih tetap fokus melakukan pendistribusian elpiji bagi masyarakat.
“Intinya kami pada masa seperti ini fokus pada distribusi LPG ke masyarakat baik PSO (Public Service Obligation) maupun Non PSO untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Wicaksono kepada Lensabangkabelitung.com, Kamis malam, 2 April 2020.

Wicaksono menuturkan pihaknya juga sudah menerapkan social distancing dalam penyaluran elpiji ke masyarakat.

“Dan di setiap pangkalan sudah kami anjurkan untuk melakukan social distancing pada saat ada antrian dan terdapat juga tempat cuci tangan bagi konsumen. Jadi untuk pendistribusian langsung saat ini sedang kita evaluasi dengan kondisi eksisting yang sudah berjalan,” ujar dia.

Erzaldi mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat ke General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region II Palembang terkait distribusi elpiji tabung 3 kilogram.

“Mengingat adanya antrian pembelian elpiji tabung 3 kilogram, kami mengharapkan PT Pertamina melalui penyalur dan sub penyalur dapat melakukan pendistribusian langsung ke konsumen,” ujar dia.

Erzaldi juga meminta kepada Pertamina untuk memperhatikan biaya antar yang wajar saat melakukan pendistribusian langsung ke konsumen pengguna.

“Selain itu, pendistribusian oleh sub penyalur harus menyasar kepada konsumen pengguna yang betul-betul berhak menerima. Apabila ada terjadi penyimpangan Pertamina kita minta mengambil tindakan tegas,” ujar dia.

Erzaldi menambahkan pemerintah tetap mengimbau kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan yang bersifat perkumpulan orang banyak dan memberikan anjuran untuk melakukan social distancing atau physical distancing.

“Ini untuk menyikapi meningkatnya kewaspadaan terhadap meluasnya penyebaran virus Corona yang oleh WHO sudah ditetapkan sebagai pandemik global sejak 11 Maret 2020 lalu,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close