NEWS

Dilematisnya Dokter RSUD Basel: Galang Sumbangan Disalahkan, Nunggu APD dari Pemkab Lamaaaa….

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Menjadi kabupaten berzona merah dengan adanya satu pasien positif Covid-19 yang telah meninggal dunia, dan satunya lagi baru tahap positif dari rapid test, antisipasi dan penanganan Covid di Bangka Selatan perlu perhatian. Apalagi, dari data terakhir Negeri Junjung Besaoh memiliki 112 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 3 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Berada di garda terdepan, dokter dan paramedis di RSUD Basel, perlu perlindungan dengan keberadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Maka, penggalangan dukungan dan sumbangan dari pihak ketiga pun, dilakukan para dokter melalui publikasi di fanspage resmi RSUD Basel.

“Kalau ada bantuan barang dan donasi itu, kita (bisa) lebih cepat pengadaan APD. Karena dokter-dokter di sini bisa menghubungi relasi untuk pengadaan APD melalui dana donasi yang terkumpul,” kata Direktur RSUD Basel, dr Agus Pranawa, Jumat, 3 April 2020.

Dikatakannya, langkah penggalangan dukungan barang dan donasi itu telah dirembukkan oleh para dokter di RSUD Basel.

“Sebelumnya sudah kami koordinasikan bersama dokter spesialis di RSUD. Saya sebagai Direktur RSUD Basel juga mengetahui adanya banner donasi yang menyebar di media sosial FB melalui fanpage resmi RSUD Basel,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan, tujuan dari RSUD Basel mengadakan donasi melalui media sosial itu, adalah untuk mempercepat pengadaan Alat Pelindung Diri di RSUD.

“Kami ingin mempercepat pengadaan APD di Basel, karena saat ini kami sudah ajukan (ke Pemkab) tapi belum ada. Masih menunggu,” ujarnya.

Dia tahu dan memahami, saat ini Pemkab Basel sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 24,7 miliar, dan itu diperkirakan cukup. Hanya saja saat ini masih proses pengadaan APD. Para dokterdan tim medis lainnya masih harus menunggu.

“Asumsi kami kalau melalui donasi itu, pengadaan APD lebih cepat dapatnya, karena saat ini masih dalam proses pengadaan yang menggunakan anggaran Pemerintah untuk menunggu APD,” tuturnya.

Namun, siapa sangka. Langkah para dokter di RSUD Basel untuk menggalang donasi demi mempercepat pengadaan APD bagi perlindungan diri mereka untuk aman dari ancaman virus Corona yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan diri, justru mendapat reaksi berbeda dari wakil rakyat.

Dengan dalih anggaran sudah disiapkan, DPRD Basel menyayangkan sikap yang diambil para dokter di RSUD Basel tersebut.

“Tindakan yang salah diambil oleh RSUD Basel, kami di DPRD sudah menyiapkan anggaran untuk percepatan penanganan covid-19 untuk Basel, kami sangat menyayangkan hal itu,” kata Ketua DPRD Basel, Erwin Asmadi.

Dia menyebutkan berapapun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk percepatan penanganan covid-19 di Basel sudah disiapkan dan akan memberikan dukungan untuk penanganan covid-19.

“Kami sudah menganggarkan untuk penanganan covid-19 di Basel, jadi kita minta RSUD Basel untuk tidak membebankan kepada masyarakat dalam keadaan pandemi covid-19 di Basel,” sebutnya.

Dia pun, meminta pihak RSUD untuk segera menghapus dan meniadakan kegiatan bantuan donasi yang disebutkannya akan menjadi beban masyarakat Basel.

“Saya minta RSUD Basel untuk menghapus postingan itu dan meniadakan kagiatan bantuan donasi yang ditujukan kepda masyarakat Basel, jangan sampai masyarakat bertanya-tanya dan menjadi kegaduhan di tengah mewabahnya covid-19 di Basel,” tukasnya.

Lantas, seberapa cepat Pemkab Basel bisa mempercepat pengadaan mendesak APD, bagi para dokter mereka??

Red-BS

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button