NEWS

Suratnya Dituding Bikin Panik Publik, Walikota Pangkalpinang Berkali-kali Minta Maaf ke Gubernur

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil beberapa kali menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 yang digelar di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur. Dalam rapat tersebut Erzaldi sempat menyinggung jika surat permohonan Walikota Pangkalpinang terkait percepatan pencegahan masuknya virus Covid-19 yang meminta penutupan bandara dan pelabuhan selama 14 hari menjadi viral di media sosial dan menimbulkan keresahan.

“Dengan kebersamaan, Babel bisa dalam keadaan aman. Tetap semangat dan jangan terlalu sering membahas sesuatu di medsos saya sarankan. Sebaiknya kalau kita mau membahas ini di medsos, kita bahas di medsos saja,” ujar Erzaldi saat membuka rapat koordinasi di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur, Kamis, 26 Maret 2020.
Erzaldi mengatakan sangat menyayangkan surat tersebut bisa beredar di publik melalui media sosial.

“Seharusnya tidak perlu dikeluarkan di medsos dan lebih baik disampaikan ke kami karena itu menimbulkan keresahan dan panik bagi warga Bangka Belitung yang di luar,” ujar dia.

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen meminta maaf kepada Erzald terkait viralnya surat tersebut dan dianggap menimbulkan keresahan. “Saya pribadi mohon maaf kepada gubernur dan kawan-kawan semua disini karena membuat surat permohonan kepada gubernur untuk menutup sementara bukan lockdown terhadap pelabuhan dan bandara. Niat saya sebagai dukungan terhadap gubernur dalam mengambil kebijakan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar dia.

Molen juga meminta maaf jika Pemkot Pangkalpinang dianggap terlalu cepat mengambil keputusan mengusulkan penutupan sementara bandara dan pelabuhan.

“Kami tahu yang menutup bandara bukan gubernur. Tapi pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Saya berpikir dengan membuat surat permohonan menjadi bahan untuk gubernur mengajukan ke pusat,” ujar dia.

Molen mengaku salah karena menyebarkan surat tersebut sehingga dinilai menimbulkan kepanikan. “Kesalahan saya men-share ini ke publik sehingga publik menilai ini menanggapinya terlalu panik. Tapi saya cek pagi ini di Pasar Pagi dan Pasar Induk justru sepi tidak ada yang panik,” ujar dia.

Saat ini, kata Molen, jumlah ODP di Pangkalpinang dalam satu Minggu dari satu ODP melonjak hingga 84 ODP. Sedangkan untuk PDP dari satu PDP dalam satu Minggu menjadi 6 PDP. “Itu ada yang tidak melapor malah. Di belakang CPM Masjid Annur itu ada jamaah tabligh sudah kita ambil cek darah. Imbas yang paling besar itu ada di Pangkalpinang. Kalau terjadi apa-apa, Pangkalpinang masyarakatku. Saya Walikota Pangkalpinang biarlah orang mau apa. Tapi saya sudah ikhtiar. Bila saya ikhtiar meninggal pun syahid. Tapi kalau saya tidak ikhtiar itu mati konyol. Insya Allah apa yang saya lakukan saya pertanggungjawabkan ke Allah SWT,” ujar dia.

Molen menuturkan dengan kondisi penyebaran virus Corona saat ini, dia akan mendukung Gubernur supaya Babel nol negatif Corona dan tidak seperti daerah lain.

“Saya ingin Babel nol. Jangan sampai kejadian di Jakarta, Surabaya, di Palembang itu sudah pada berguguran teman-teman saya. Jadi kalau saya salah, semua yang ada di sini saya minta maaf. Di Pangkalpinang dokter paru cuma satu dan rumah sakit cuma tiga isolasinya. Seandainya satu yang terkena mau jadi apa. Mati pasti kita,” ujarnya.

Molen menambahkan pihaknya ingin semua bersatu bergandengan tangan lupakan perbedaan untuk menyelesaikan dan mengantisipasi persoalan yang dihadapi.

“Mohon maaf, nauzubillah min zalik tidak ada saya mencari panggung politik di sini. Masih jauh pilkada 2024. Tidak ada saya berpikir seperti itu. Ini saatnya kita lupakan perbedaan SARA dan antar golongan. Saatnya semua bergandengan tangan. Gubernur pimpinan kita. Terima kasih sudah mengingatkan. Gubernur panggil saya, jewer saya tidak apa-apa. Ini bukan demi Molen. Ini demi masyarakat Pangkalpinang 200 ribu orang dan Babel lebih satu juta orang,” ujar dia.

Penulis : Vio| Editor: Donny

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button