LENSA KESEHATANNEWS

Perhatian! Belitung Bisa Gagal Cegah Corona Kalau Hal Ini Masih Terjadi

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung terus berusaha keras dan meningkatkan koordinasi serta sinergi dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Bahkan sejumlah lokasi wisata dan tempat keramaian di Belitung sudah ditutup sejak beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan pihaknya bahkan sudah mendirikan Corona Krisis Center sebagai pusat deteksi dini Corona yang siaga 24 jam.

“Rencananya Corona Crisis Center akan bertambah 15 pos deteksi dini lagi hari Selasa atau Rabu nanti. Bahkan penyemprotan cairan disinfektan sudah dilakukan di rumah-rumah ibadah dan area publik di Belitung dan masih akan terus dilakukan,” ujar Isyak kepada Lensabangkabelitung.com, Minggu, 22 Maret 2020.

Meski banyak langkah telah dilakukan, kata Isyak, upaya dalam mencegah penyebaran Corona di Belitung dikhawatirkan akan gagal jika beberapa faktor yang menjadi perhatian pihaknya masih terjadi.

“Ada tiga faktor yang akan membuat pencegahan penyebaran virus corona di Belitung gagal. Pertama adalah banyaknya orang tengkaran atau tidak mematuhi arahan. Banyak yang anggap Corona itu penyakit biasa dan main main saja sehingga keluyuran kemana mana,” ujar dia.

Menurut Isyak, faktor kedua yang menjadi perhatian adalah masih banyaknya masyarakat yang masih membandingkan dan menjadikan alasan antara nilai hidup dengan kehilangan potensi mendapatkan rupiah atau kehilangan nafkah selama 14 sampai 30 hari.

“Mari mulai berpikir. Anda mungkin bisa saja terhindar karena daya tahan anda kuat. Tapi anak dan istri, mertua dan orang tua serta saudara anda maupun masyarakat yang kontak langsung dengan kita belum tentu. Bukankah dosa kalau kita menularkannya pada mereka. Apalagi sampai kematian menjemput. Semoga Tuhan mengampuni kecongkakan kita sebagai manusia,” ujar dia.

Sedangkan faktor ketiga yang bisa menyebabkan kegagalan pencegahan penyebaran Corona di Belitung adalah lambat dan panjangnya birokrasi serta proses pemeriksaan sampai hasil laboratorium yang hanya boleh dilakukan di Jakarta.

“Hal ini akan sebabkan tercampurnya lebih lama semua pasien tanpa pembedaan positif negatif. Semakin lama hasil keluar semakin besar potensi penularan ke pasien yang sebenarnya negatif,” ujar dia.

Sementara eata kasus Corona di Belitung yang termuat dalam website Covid19.belitungkab.go.id hingga hari ini Minggu, 22 Maret 2020 tercatat 30 orang Dalam Pemantauan (ODP), 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan ada 11 sampel pasien yang dalam proses uji lab. Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan positif Corona di Belitung masih nol.

Penulis : Vio | Editor: Donny

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button