NEWS

Padahal Surat Partainya Juga Beredar di Medsos, Gub Kok Sensi Banget ke Molen?

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sepanjang Kamis, berkali-kali Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyentil Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil. Lewat media massa dia mengkritik habis-habisan. Terbaru, secara langsung di depan banyak peserta rapat koordinasi yang diikutinya dari lain tempat karena via video conference, Erzaldi ‘menyemprot’ Molen yang hadir di dalam ruangan mengikuti rapat dengan menyebut surat yang dilayangkan Molen kepadanya menimbulkan kegaduhan dan kepanikan publik.

“Dengan kebersamaan, Babel bisa dalam keadaan aman. Tetap semangat dan jangan terlalu sering membahas sesuatu di medsos saya sarankan. Sebaiknya kalau kita mau membahas ini di medsos, kita bahas di medsos saja,” ujar Erzaldi saat membuka rapat koordinasi di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur, Kamis, 26 Maret 2020. Erzaldi mengatakan sangat menyayangkan surat Molen bisa beredar di publik melalui media sosial.

“Seharusnya tidak perlu dikeluarkan di medsos dan lebih baik disampaikan ke kami karena itu menimbulkan keresahan dan panik bagi warga Bangka Belitung yang di luar,” ujar dia, lagi.

Cukup? Tidak. Entah kebetulan atau tidak, di tengah krisis saat ini akun media sosial instagram @melatierzaldi ikut-ikutan menebar sewot dan kegusaran. “Jangan melakukan sesuatu di luar kewenangan hanya untuk ketenaran,” isi tulisan di dalam gambar di akun tersebut, lengkap dengan wajah isteri gubernur dan seorang perempuan lagi di belakangnya.

Akun tersebut berharap pesannya sampai. Di tengah musibah Covid-19 disebutkannya dapat membawa hikmah bila disikapi dengan bijak.

“Tapi ada juga yang memanfaatkan musibah ini menjadi jalan ketenaran politik untuk dirinya, semoga kami tidak termasuk dalam kelompok orang-orang seperti itu karena buat saya sangat tidak elok, tidak etis, tidak bijak dan mengacaukan pandangan masyarakat menjadi tidak objektif dikarenakan ketidakpahaman,” tulis akun @melatierzaldi pada Kamis, 26 Maret 2020.

Ternyata, Partai Gerindra Kepulauan Bangka Belitung yang diketuai oleh Erzaldi Rosman juga berkirim surat kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Surat tersebut yang juga beredar di media sosial, dikirim atas nama Fraksi Partai Gerindra di DPRD Babel dan ditandatangani ketua fraksi, Beliadi. Narasi suratnya pun menyiratkan permintaan senada dengan surat yang dilayangkan Molen.

“Kami mohon kepada Bapak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk mengambil langkah-langkah untuk sementara waktu yang ditentukan menutup semua jalur penerbangan, jalur masuk dari dan ke wilayah Kepulauan Bangka Belitung, terkecuali dalam keadaan mendesak, darurat, yaitu bahan sembako, bahan bakar dan obat-obatan keperluan medis dapat dilakukan dengan izin serta pengawasan yang ketat oleh pihak yang berwenang,” tulis surat yang ditandatangani Ketua Fraksi Gerindra DPRD Babel, Beliadi, itu.

Perihal surat tersebut, diamini oleh Beliadi. “Iya, kami ada kirimkan surat permintaan penutupan sementara bandara itu,” kata dia, ketika dihubungi Lensabangkabelitung.com untuk menanyakan surat Gerindra yang beredar di Facebook tersebut.

Terpisah, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil meminta maaf kepada Erzaldi terkait viralnya surat dia kepada Gubernur yang dianggap menimbulkan keresahan. “Saya pribadi mohon maaf kepada gubernur dan kawan-kawan semua di sini karena membuat surat permohonan kepada gubernur untuk menutup sementara bukan lockdown terhadap pelabuhan dan bandara. Niat saya sebagai dukungan terhadap gubernur dalam mengambil kebijakan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar dia.

Molen juga meminta maaf jika Pemkot Pangkalpinang dianggap terlalu cepat mengambil keputusan mengusulkan penutupan sementara bandara dan pelabuhan. “Kami tahu yang menutup bandara bukan gubernur. Tapi pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Saya berpikir dengan membuat surat permohonan menjadi bahan untuk gubernur mengajukan ke pusat,” ujar dia.

Molen mengaku salah karena menyebarkan surat tersebut sehingga dinilai menimbulkan kepanikan. “Kesalahan saya men-share ini ke publik sehingga publik menilai ini menanggapinya terlalu panik. Tapi saya cek pagi ini di Pasar Pagi dan Pasar Induk justru sepi tidak ada yang panik,” ujar dia.

Saat ini, kata Molen, jumlah ODP di Pangkalpinang dalam satu Minggu dari satu ODP melonjak hingga 84 ODP. Sedangkan untuk PDP dari satu PDP dalam satu Minggu menjadi 6 PDP. “Itu ada yang tidak melapor malah. Di belakang CPM Masjid Annur itu ada jamaah tabligh sudah kita ambil cek darah. Imbas yang paling besar itu ada di Pangkalpinang. Kalau terjadi apa-apa, Pangkalpinang masyarakatku. Saya Walikota Pangkalpinang biarlah orang mau apa. Tapi saya sudah ikhtiar. Bila saya ikhtiar meninggal pun syahid. Tapi kalau saya tidak ikhtiar itu mati konyol. Insya Allah apa yang saya lakukan saya pertanggungjawabkan ke Allah SWT,” ujar dia.

Molen menuturkan dengan kondisi penyebaran virus Corona saat ini, dia akan mendukung Gubernur supaya Babel nol negatif Corona dan tidak seperti daerah lain.

“Saya ingin Babel nol. Jangan sampai kejadian di Jakarta, Surabaya, di Palembang itu sudah pada berguguran teman-teman saya. Jadi kalau saya salah, semua yang ada di sini saya minta maaf. Di Pangkalpinang dokter paru cuma satu dan rumah sakit cuma tiga isolasinya. Seandainya satu yang terkena mau jadi apa. Mati pasti kita,” ujarnya.

Molen menambahkan pihaknya ingin semua bersatu bergandengan tangan lupakan perbedaan untuk menyelesaikan dan mengantisipasi persoalan yang dihadapi.

“Mohon maaf, nauzubillah min zalik tidak ada saya mencari panggung politik di sini. Masih jauh pilkada 2024. Tidak ada saya berpikir seperti itu. Ini saatnya kita lupakan perbedaan SARA dan antar golongan. Saatnya semua bergandengan tangan. Gubernur pimpinan kita. Terima kasih sudah mengingatkan. Gubernur panggil saya, jewer saya tidak apa-apa. Ini bukan demi Molen. Ini demi masyarakat Pangkalpinang 200 ribu orang dan Babel lebih satu juta orang,” ujar dia.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button