LENSA NASIONALNEWS

Malaysia Perpanjang Lockdown, Pekerja Migran Indonesia Minta Pemerintah Bantu Kebutuhan Hidup

Lensabangkabelitung.com Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia resmi mengumumkan perpanjangan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau lockdown hingga 14 April 2020. Kondisi tersebut berimbas kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang saat ini susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Direktur Pusat Penyelesaian Permasalahan WNI di Malaysia Dato Muhammad Zainul Arifin mengatakan pihaknya mendesak pemerintah Indonesia untuk peduli dan memikirkan nasib PMI di Malaysia yang tidak bisa pulang ke Indonesia dan sulit mendapatkan kebutuhan bertahan hidup.

“Kami minta pemerintah Indonesia memberikan bantuan makanan dan minuman seperti sembako kepada PMI untuk bertahan hidup hingga kebijakan lockdown di Malaysia selesai,” ujar Zainul kepada Lensabangkabelitung.com, Kamis, 26 Maret 2020.

Menurut Zainul, para pekerja migran juga membutuhkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan diberikan fasilitasi kemudahan untuk WNI yang ingin pulang ke kampung halaman di Indonesia.

“Tindakan cepat diperlukan saat ini karena ada ratusan ribu pekerja migran yang ada di Malaysia. Kami adalah bagian dari WNI yang harus dilindungi dan memiliki hak yang sama dengan WNI yang ada di Indonesia,” ujar dia.

Zainul menuturkan saat ini pihaknya sudah membuka tabungan peduli PMI di Malaysia tertanggal 25 – 31 Maret 2020 untuk mengetuk hati nurani para pengusaha dan orang kaya dermawan untuk peduli dengan nasib PMI dengan menyisihkan sebagian rejekinya.

“Penting bagi pemerintah untuk memikirkan masalah ini karena tertuang dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI. Disitu disebutkan juga PMI harus dilindungi dan dilayani tanpa membedakan PMI resmi atau tidak resmi,” ujar dia.

Di Malaysia sendiri, kata Zainul, kondisinya sangat sepi dan tidak ada aktivitas berkumpul masyarakat sehingga kondisi PMI sangat memprihatinkan karena sudah dua pekan tidak boleh bekerja. “Jika ada yang melanggar akan diambil tindakan tegas oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) dengan sanksi penjara 6 bulan atau denda RM 1000 atau disanksi keduanya,” ujar dia.

Zainul menambahkan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah Malaysia yang menjaga warga negaranya maupun warga asing. Kondisi tersebut berbeda dengan PMI di Hongkong, Taiwan, Macau, Timur Tengah dan negara lain.

“PMI di Malaysia saat ini masih banyak bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Artinya satu hari tidak bekerja maka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita tidak takut lagi dengan virus Covid-19. Tetapi yang paling ditakutkan adalah virus kelaparan karena tidak bisa bekerja maka tidak bisa makan,” ujar dia.

Penulis : Vio | Editor: Donny

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close