NEWS

Keberadaannya Ramai Diperbincangkan, Ini Dia Namanya Hazmat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sejak kasus penanganan Covid-19 marak dilakukan, gambar orang petugas medis memakai baju dengan bahan yang dapat melindungi diri si penggunanya, menghiasai halaman-halaman pemberitaan dan media sosial. Keberadaannya kian banyak dicari seiiring dengan meningkatnya kasus penanganan virus yang menjadi pandemi global itu.

Karena jumlahnya terbatas, tak urung disiasati oleh petugas medis dengan menggunakan jas hujan sebagai pengganti. Jalan penuh resiko itu terpaksa ditempuh karena sulit mendapatkan barang tersebut. Termasuk pernah digunakan oleh petugas medis di RSUD Eko Maulana Ali, Belinyu yang menjadi rujukan penanganan kasus Covid-19 untuk Kabupaten Bangka.

Jumat, 27 Maret 2020 pagi, keberadaan petugas berseragam putih bak astronot itu muncul di berbagai grup WhatsApp, di saat mengevakuasi seorang ibu-ibu yang ditemukan terjatuh dari kendaraan di Jalan Pulau Pelepas, Pangkalpinang.

Kali ini, Lensabangkabelitung.com tidak sedang mau membahas kenapa ibu-ibu itu bisa terjatuh dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia ketika sudah berada di rumah sakit. Kami memilih untuk menjawab pertanyaan yang masih kerap ditanyakan netizen. Baju apakah yang dikenakan para petugas evakuasi itu dan apa namanya?

Mengutip dari Wikipedia, baju yang digunakan oleh para petugas saat mengevakuasi terduga Covid-19 adalah hazmat yang disingkat dari hazardous materials. Atau dikenal juga dengan nama pakaian dekontaminasi, yang merupakan perlengkapan perlindungan pribadi, yang terdiri dari bahan yang impermeabel dan digunakan untuk proteksi melawan material berbahaya.

Pakaian ini biasanya dilengkapi dengan alat bantu pernapasan mandiri untuk memastikan yang menggunakannya mendapat pasokan udara untuk bernafas. Pakaian hazmat merupakan Alat Pelindung Diri (APD) yang biasanya digunakan oleh pemadam kebakaran, teknisi medis darurat, paramedis, peneliti, petugas yang bereaksi atas kebocoran material berbahaya, tenaga ahli yang membersihkan daerah terkontaminasi, dan pekerja di lingkungan yang beracun.

Stok hazmat ini di rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19 di Bangka Belitung sangatlah penting untuk dijaga. Jangan sampai kurang. Namun, melihat para petugas medis di RSUD Eko Maulana Ali di Belinyu yang menggantikan fungsinya dengan memakai jas hujan, dipastikan keberadaan hazmat ini kurang.

Adakah para pembaca yang terpanggil untuk mencukupi kebutuhan hazmat bagi para petugas medis kita?

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button