NEWS

Jangan Lengah, Tutup Sementara Semua Akses Masuk ke Bangka Belitung !

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Zona merah yang menandai daerah yang penduduknya sudah terpapar Covid-19, mengelilingi wilayah Bangka Belitung. Apalagi, dari semua rute penerbangan menuju Bangka maupun Belitung, kotanya telah terpapar. Terbaru, tetangga kita, Palembang yang beberapa hari lalu mengumumkan kalau telah pula ada korban tertular Covid-19.

Situasi ini memicu Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) di Kepulauan Bangka Belitung untuk turun menyuarakan sikap kepeduliannya. Mereka menggagas petisi melalui Change.org untuk meminta agar semua akses pintu masuk dari luar daerah ke Bangka Belitung, ditutup sementara.

“Kita minta penutupan sementara arus penumpang di bandara dan pelabuhan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama minimal dua minggu sampai satu bulan, dan atau menyesuaikan dengan kondisi perkembangan penyebaran Covid-19,” kata Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Babel, Warsangka, Rabu, 25 Maret 2020 kepada Lensabangkabelitung.com.

Baca juga : Babel sudah di kelilingi zona merah corona

Dikatakannya, sebagai bagian dari elemen masyarakat Babel, para alumni UGM di provinsi ini bersepakat untuk mendukung segala upaya pencegahan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melindungi masyarakatnya dari infeksi COVID 19. “Telah banyak langkah preventif yang dilakukan guna masuknya virus Covid-19 ke Negeri Serumpun Sebalai. Namun dengan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kurun singkat, maka diperlukan langkah yang lebih ketat dan tegas,” tuturnya.

Apalagi, ketersediaan fasilitas, peralatan dan tenaga kesehatan kesehatan di provinsi ini tidak siap untuk menghadapi situasi pandemik, sehingga tidak memungkinkan untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19 di kemudian hari.

Sebagai gambaran nyata, dia menyebut saat ini di Babel hanya ada 6 ruang isolasi, dan semua sudah terisi. “RS Provinsi sedang buat 4 tambahan, dan rencana jadi 26,” imbuhnya.

Dijelaskan Warsangka, hal yang mendasari KAGAMA meminta agar Babel diistirahatkan sejenak dari hiruk pikuk masuknya penumpang dari luar daerah, adalah untuk memberi ruang dan waktu para tenaga kesehatan dan RS memodifikasi ruangan untuk membuat isolasi standar. Kemudian, memberi juga kesempatan proses birokrasi untuk masalah pencairan dana terkait keperluan untuk menghadapi wabah. Termasuk, memberi waktu untuk Dinkes kota dan kabupaten membuat RS darurat.

“Harus kita sadari, ini sebuah langkah yang berat dan rumit yang akan berdampak kepada banyak pihak dan multi sektor, namun memiliki tujuan untuk melindungi kepentingan yang lebih besar yaitu keselamatan seluruh masyarakat Bangka Belitung dari infeksi Covid-19. Jika memang terjadi infeksi, karena memang sulit dihindari, semoga dengan dua langkah tersebut dapat meminimalisir jumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19. Sehingga jumlah penderita masih bisa tertolong secara optimal karena masih bisa tertampung dengan kapasitas yang ada,” kata Warsangka, membacakan pernyataan sikap KAGAMA dalam petisi yang sudah mereka sebar sejak Rabu siang.

Terpisah, dr Farhan yang juga tergabung dalam KAGAMA dan menyetujui dengan tegas adanya permintaan untuk menutup sementara pintu masuk menuju Bangka Belitung, mengatakan di tengah situasi telah 24 provinsi yang telah terjangkiti Covid-19, bila tak diantisipasi dengan segera maka kemungkinan terjangkiti akan juga menghampiri Babel.

“Kita memang berharap Babel tetap nol pasien positif Covid-19. Ini jangan sampai jebol. Langkah menutup sementara dua minggu pintu masuk ke sini, harus dilakukan,” ujar dokter spesialis anestesi yang lulus dari UGM tahun 2016, itu.

Setujukah Pemprov Babel??

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button