LENSA POLITIKNEWS

Ini Dugaan Permainan Panitia SC Musda Golkar Versi Pemilik Suara Pendukung BPJ

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Para pemilik suara sah yang memberikan dukungan kepada calon ketua DPD I Golkar Bangka Belitung Bambang Patijaya (BPJ) angkat suara terkait pelaksanaan Musda yang berakhir kericuhan hingga diskor sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Juru bicara pemilik suara Eddy Iskandar mengatakan pelaksanaan Musda Golkar Bangka Belitung yang berlangsung di Soll Marina Hotel 16 Maret 2020 lalu baru sampai pada keputusan demisioner Kepengurusan DPD I Partai GOLKAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami melihat sejak awal ada upaya dari panitia (SC) untuk menghilangkan status kepesertaan dari para pemilik suara, yaitu ormas yang mendirikan dan yang didirikan Partai Golkar dengan cara tidak memperbolehkan peserta dan pemilik suara Musda tersebut untuk registrasi serta menghalangi mereka masuk di dalam ruangan sidang,” ujar Eddy saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di Soll Marina Hotel, Rabu, 18 Maret 2020.

Eddy menuturkan selaku peserta musda, ormas yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar baru diperbolehkan masuk ruangan sidang setelah memasuki Pleno ke 2.

“Itupun setelah DPP Golkar menjelaskan AD/ART Partai Golkar dan ketentuan di dalam Juklak Partai Golkar kepada Panitia musda (SC),” ujar dia.

Oleh Panitia (SC), kata Eddy, ormas yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar telah secara sengaja tidak dimasukkan menjadi unsur peserta. “Ini jelas pelanggaran AD/ART Partai Golkar pasal 54(2). Pada pembahasan Tata tertib, hal ini dikoreksi oleh DPP Partai Golkar dengan proses yang sangat alot dan lama,” ujar dia.

Menurut Eddy, Panitia Musda (SC) melakukan intervensi kepada pimpinan sidang dan SC ingin menjadi pemain yang ikut menentukan keputusan dan hasil musda tanpa melibatkan peserta musda yang merupakan pemegang kedaulatan di dalam musda.

“Dalam pandangan umum yang disampaikan masing masing 12 peserta musda, dinyatakan dengan jelas, baik lisan maupun tertulis 7 pemilik suara memberikan dukungan kepada Bambang Patijaya, sedangkan Hendra Apolo hanya mendapatkan 3 dukunga,” ujar dia.

Namun hal tersebut, diakui Eddy, terasa aneh jika Panitia Musda (SC) membuat ketetapan berbeda dari yang disampaikan oleh para peserta dan pemegang hak suara, dan memaksakan ketetapan panitia (SC) tersebut menjadi keputusan musda.

“Pada saat Penyampaian hasil penjaringan, Panitia (SC) kembali dengan sengaja tidak mengakui dukungan yang disampaikan oleh ormas yang mendirikan Partai GOLKAR dan ormas yang didirikan Partai GOLKAR, tanpa ada alasan, tanpa ada konfirmasi apalagi verifikasi,” ujar dia.

Pimpinan sidang, dijelaskan Eddy, sudah ingin memverifikasi hasil SC karena proses yang dilakukan oleh SC adalah diluar persidangan musda. Namun hal tersebut ditolak oleh SC.

“Kami melihat, bahwa Ketua Pimpinan sidang bersama dengan DPP Partai GOLKAR berusaha menengahi dan menjelaskan ketentuan dan aturan dari AD/ART dan Juklak Partai Golkar, tetapi panitia musda (SC) tetap ngotot dengan keinginannya,” ujar dia.

Terkait kericuhan yang terjadi, disampaikan Eddy, justru dilakukan oleh panitia (SC) dan bukan oleh peserta musda. “Pimpinan musda setelah melihat kericuhan yang terjadi bahkan hingga terjadi pemukulan terhadap meja tidak bisa diselesaikan pada saat itu karena pemaksaan keinginan panitia (SC) tersebut. Untuk itu mengambil keputusan untuk menunda musda sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar dia.

Sementara itu Ketua SC Musda Golkar Bustami membantah apa yang disampaikan oleh para pemilik suara pendukung BPJ. Dia mengatakan apa yang dilakukan sudah sesuai aturan.

“Itu aturan sudah ada. Surat dari SC ke DPP juga. Sebetulnya tidak perlu kamu bertanya ke saya. Kamu tanya ke peserta musda pun sudah tahu jawabannya kemarin. Peserta musda sudah mendengar alasannya apa,” ujar dia.

Bustami menuturkan pihak yang mengatakan ada permainan yang dilakukan SC disarankannya untuk membaca aturan dengan benar, termasuk tata tertib musda yang sudah disepakati.

“Kalau tidak dicerna, lebih baik tanya sama orang hukum baru kemudian ngomong. Kita lihat pimpinan musda ini. Dimana-mana pimpinan musda menerima hasil verifikasi yang dilakukan SC. Kenyataannya di Babel satu satunya yang tidak menerima. Ada apa dengan ketua pimpinan musda itu,” ujar dia.

Bustami menambahkan akan melaporkan balik atas perbuatannya pencemaran nama baik yang ditujukan ke SC yang telah bekerja sesuai aturan di musda Golkar.

“Jujur apa yang disampaikan itu saya tersinggung. Saya akan laporkan pencemaran nama baik. Ini fitnah. Terserah mau apa. Tapi dari pertanyaan itu jelas ada fitnah terhadap SC karena kami berpegang teguh pada aturan dari DPP itu sendiri yang sudah ditetapkan dan dipakai seluruh Indonesia. Intinya mau dibawa kemana kita siap. Hanya dengan Allah kita takut karena bisa mencabut nyawa,” ujar dia.

Donny | Vio

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button