NEWS

Demi Temui Anak Isteri, Pria Ini Nekad Mudik Lewati Zona Merah

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Demi anak isteri, Hikman Nasution seorang pria yang berumur 27 tahun rela pulang kampung meninggalkan Provinsi Bangka Belitung yang masih berstatus zona hijau Virus Corona menuju kampung halamannya di Bengkulu. Diketahui, untuk menuju Bengkulu, ia akan melewati beberapa daerah yang berstatus zona merah Virus Corona dengan waktu tempuh satu hari satu malam.

“Naik ferri (tanpa bawa kendaraan), mau ke Bengkulu, soalnya isteri saya sudah mau melahirkan, sudah sembilan bulan, jadi mau ga mau harus pulang,” ungkapnya.

Sekali lagi, pria yang tinggal di Kecamatan Sungailiat Provinsi Bangka Belitung untuk bekerja tambang itu mengaku memberanikan diri untuk pulang kampung bukan karena ingin menantang Virus Corona, namun demi untuk bertemu keluarganya, terkhusus isterinya yang akan melahirkan.

“Kita kayak gini aja lah, kita agama Islam kan harus yakin adanya Allah, (virus) itu tidak bisa kita hindari tapi jangan dicari, tujuan kita mau ketemu sama anak istri,” ujarnya beralasan.

Kemudian, Hikman juga mengatakan akan tetap menjaga kesehatan selama di perjalanan dengan cara memakai APD seadanya dan bersikap hati-hati.

“Kalau (kembali ke Babel) itu belum bisa diprediksi, soalnya saya pulang bawa anak isteri saya, kadang-kadang satu tahun, dua tahun,” demikian Hikman Nasution pria yang rela melewati zona merah virus corona demi istrinya yang akan melahirkan.

Meski demikian, aksi nekad HIkman untuk mudik, sebenarnya tak disarankan oleh pemerintah, demi menjaga si pemudik aman dan keluarga yang dikunjunginya tak tertulari oleh virus Corona yang mungkin terbawa olehnya selama menempuh perjalanan mudik. Bepergian jauh dengan meninggalkan rumah akan jauh lebih beresiko terjadi penyebaran atau tertular oleh virus Corona.

Dalam hal ini, risiko penularan dan penyebaran covid-19 berpotensi semakin tinggi apabila terjadi kontak dekat antar masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung menggunakan transportasi yang padat. Terlebih ketika tidak ada pembatasan jarak atar penumpang dan duduk berhimpitan di dalam kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

“Tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu berpergian yang jauh, tidak perlu kemudian berpergian bersama keluarga menuju ke tempat lain yang jauh. Risiko akan sangat besar terkait hal itu,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam siaran persnya yang disiarkan oleh laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat, 27 Maret 2020.

Penulis: Sepri | Editor: Donny

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button