NEWS

Penambang Timah Ilegal Belakang Kantor BPKP Babel Rahasiakan Nama Kolektor

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Tiga penambang timah yang ditangkap karena melakukan penambangan ilegal di belakang Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bangka Belitung tidak mau berkomentar banyak dan merahasiakan siapa kolektor yang menampung hasil timah ilegal mereka.

Sebelumnya anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengamankan Tarmizi, Soleh dan Syafi’i karena menambang di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) tepatnya di belakang Kantor BPKP, Kamis, 16 Januari 2020 lalu. Saat kasus tersebut diekspose, ketiganya kompak merahasiakan kolektor yang bertindak sebagai penampung timah.
“Dak de kolektor e (Tidak Ada Kolektornya). Cuma kami saja,” ujar Salah satu tersangka Tarmizi saat dicecar wartawan saat ekpos kasus Polda Bangka Belitung, Senin, 3 Februari 2020.
Ketika wartawan bertanya tidak mungkin hasil tambang ilegal tidak dijual, Tarmizi dan rekannya tetap menolak berkomentar banyak.

“(Timahnya) tidak dijual. Kek kami lah (Untuk kami saja),” ujar dia.

Kapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Anang Syarief Hidayat mengatakan akan melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa pihak yang bertindak sebagai penampung atau kolektor.

“Pengembangan dari apa yang mereka dapatkan terus ke penampungnya akan kita cari, kita telusuri,” ujar dia.

Anang menuturkan tidak akan pilih kasih dalam mengungkapkan kasus tersebut. Termasuk akan menindak jika ada anggotanya yang terlibat.

“Siapapun yang melanggar aturan pidana, etika maupun disiplin akan kita tindak khusus anggota polri. Apabila itu menyangkut dengan kesatuan lain, akan kita koordinasikan dengan pimpinannya. Tidak ada pilih kasih,” ujar dia.

Menurut Anang, penangkapan Tarmizi, Soleh dan Syafi’i setelah pihaknya menerima laporan adanya penambangan tanpa IUP, IPR dan IUPK di belakang kantor BPKP Bangka Belitung.

“Saat didatangi, anggota langsung melakukan pengamanan. Para pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolda guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar dia.

Anang menambahkan, selain penambang di Pangkalpinang, pihaknya juga mengamankan dua pelaku lain yang melakukan penambangan pasir timah di kawasan Kelambui Kabupaten Bangka Selatan, yakni Dahari alias Dahri dan Djufri alias Mahjuk. Keduanya diamankan karena menambang diluar IUP dengan 1 unit mesin Dongfeng 26 PK.

“Seluruh tersangka yang menambang tanpa izin dijerat pidana Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” ujar dia.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button