NEWS

Harus Bareskrim Turun Tangan Sikat Judi Ketangkasan di Pangkalpinang, Ini Alasan Polda Babel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Unit VC Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri yang berkoordinasi dengan Polda Bangka Belitung dan Polres Pangkalpinang menggerebek arena perjudian berkedok game ketangkasan Green Zone yang berlokasi di Jalan Achmad Rasyidi Hamzah Kelurahan Batu Intan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.

Arena game ketangkasan di Pangkalpinang sudah lama terindikasi melakukan praktek perjudian dengan berbagai modus. Beberapa kali razia tidak pernah berhasil karena diduga kuat bocor dan koordinasi kuat dengan oknum. Alhasil datangnya tim Bareskrim, membuktikan bahwa praktek perjudian itu fakta. Meski begitu, Polda Babel menolak jika disebut kecolongan.

“Jadi begini. Ini bukan masalah kecolongan atau tidak kecolongan. Polri ini Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mabes Polri bisa kemana saja dan mereka (Anggota Mabes Polri) walaupun ke wilayah kita, pasti berkoordinasi dengan Polda. Jelas ya,” ujar Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Maladi saat konferensi pers dengan wartawan di Mapolda Babel, Jumat, 14 Februari 2020.

Maladi menuturkan pihak Mabes Polri juga melakukan pemantauan wilayah-wilayah juga. Dan jika menemukan pelanggaran, akan tetap berkoordinasi.

“Kalau mereka menemukan ada indikasi, mereka gabung dengan Polda lakukan penindakan. Seperti Polda yang bisa ke polres jajaran kecuali Pangkalpinang. Contoh subdit 3 bisa ke Belitung, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Bangka. Itu aja intinya. Jadi tidak sendiri-sendiri. Mereka sudah memantau. Kamu aja yang tidak tahu. Sudah keliling juga ngopi dengan saya,” ujar dia.

Dalam penindakan dugaan tindak pidana perjudian itu, kata Maladi, sebanyak 37 orang diamankan, terdiri dari 13 orang penyelenggara, 13 orang pemain, 6 orang penonton, 1 orang pengurus ruko dan 1 orang office boy.

“Barang bukti yang diamankan adalah 8 unit mesin ketangkasan, uang tunai Rp 33,4 juta, 325 kartu voucher, tas selempang yang digunakan wasit dan DVR CCTR,” ujar dia.

Menurut Maladi, polisi juga dalam proses penindakan menemukan 2 paket narkoba jenis sabu yang diduga milik humas Green Zone dan petugas penukar uang.

“Untuk temuan narkoba, diserahkan ke Polres Pangkalpinang untuk proses lebih lanjut,” ujar dia.

Maladi menambahkan pasal yang disangkakan terhadap terduga pelaku adalah pasal 303 KUHP dan pasal 303 Bis.

“Untuk 303 KUHP ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pasal 303 bis diancam pidana empat tahun. Ini masih berproses dan baru sementara. Masih kita kembangkan,” ujar dia.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button