NEWS

P2KBP3A Bangka Gelar Diskusi Tematik Tentang Eksploitasi Seksual Anak

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Dalam rangka untuk mencegah terjadinya eksploitasi seksual terhadap anak,Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka, mengadakan diskusi tematik terkait eksploitasi seksual anak ,Kamis,(25/7/2019) di ruang OR Pemerintah Kabupaten Bangka.

Diskusi tematik tersebut mengangkat tema “Eksploitasi Seksual Anak Berbasis Cover”. 

Sri Danti Anwar MA, Staff Ahli Pembangunan Keluarga dari Kementerian PPPA mengatakan, jika tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komitmen para OPD dan khususnya Dinas Satpol-PP sebagai koordinator di lapangan dalam melakukan penindakan eksploitasi seksual anak.

“Ini upaya kita dalam mencegah eksploitasi seksual anak berbasis ciber atau online. Jadi kami dari pusat turun langsung ke Kabupaten Bangka yang merupakan salah satu Kabupaten kota yang terpilih untuk menggali dan diskusi bersama sama terkait kasus-kasus eksploitasi seksual terhadap anak dan upaya apa saja yang sudah dilakukan,” jelasnya,

Sementara itu Plh Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan Pemkab Bangka akan meneruskan kegiatan seperti ini ke tingkat bawah, dengan menggunakan anggaran dari Pemda.

Menurut Boy, Perbup untuk perlindungan anak akan selesai pada tahun 2019. Selanjutnya untuk penggunaan gadget kedepannya harus dibatasi oleh orang tua dan dibiasakan untuk melakukan makan malam bersama dengan anak.

“Nantinya pihak Satpol PP akan melakukan sweeping pada malam hari, untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang keluar malam terutama yang berada di warnet. Kita berharap kedepannya tidak menemukan lagi anak-anak pada malam hari berada di tempat-tempat yang tidak sewajarnya,” jelasnya.

Kegiatan ini sangat didukung oleh Sekda Kabupaten Bangka ,untuk itu pihak Pemkab akan meningkatkan anggaran kepada Dinas P2KBP3A dalam pelaksanaan mengatasi eksploitasi seksual terhadap anak.

“Nanti kita akan melibatkan ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita dalam memberikan pemahaman ke masyarakat terkait eksploitasi anak yang berbasis ciber atau online maupun offline,” jelasnya.

Menurutnya, kasus eksploitasi seksual terhadap anak-anak di Kabupaten Bangka persentasinya masih sangat kecil. Tetapi pihaknya akan melakukan antisipasi sedini mungkin supaya hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Pengawasan dari pihak orang tua  sangat penting dalam menangani kasus ini, tetapi nanti kita akan melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui perlindungan anak daerah berbasis masyarakat (PADBM) bersinergis dengan kampung KB. PADBM di Kabupaten Bangka sudah terbentuk di 24 desa dan tahun depan akan dibentuk lagi di 12 desa. Kedepannya kita akan membuat desa percontohan, tidak ada penggunaan gadget dari pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB, In Shaa Allah ini akan segera dilaksanakan,” harapnya. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button