NEWS

Timgab Sidak Produk Kadarluarsa ke Supermarket

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Tim Gabungan (Timgab) yang terdiri dari, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bangka, Sat Pol PP Kabupaten Bangka dan Polres Bangka, melakukan sidak barang kadarluarsa ke supermarket yang ada di seputar Kecamatan Sungailiat dan Pemali, Selasa (21/5/2019).

“Hari ini, kita sidak ke supermaket dan toko yang menjual barang makanan minuman kadarluarsa di seputaran Sungailiat dan Pemali,” Kasat Pol PP Kabupaten Bangka, Drs. Dalyan Amrie melalui Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman 

Dari hasil sidak ditemukan beberapa barang-barang kadaluarsa serta kemasan rusak masih dijual di supermarket dan toko.

Suherman mengatakan, dalam sidak tersebut, timgab juga menemukan produk makanan kaleng non halal,yang penempatanya di gabung dengan produk halal di salah satu supermarket. 

“Terkait penemuan ini, kita langsung beri teguran agar segera memisahkan tempat pejualannya dan di beri keterangan non halal. Karena takutnya pembeli tidak tahu, tidak teliti, sehingga salah ambil barang tersebut,” Kata Suherman. 

Selain itu Menurut Suherman, pada sidak tersebut, timgab juga menemukan ada beberapa produk rumahan, yang belum mendaftarkan nomer PRT nya. 

“Produk umum atau produk rumahan ini perlu mendapat dukungan agar bisa dijual di supermarket. Karena meningkatkan ekonomi masyarakat, cuma kami nyatakan agar produk tersebut di daftarkan serta harus ada tertera tanggal kadaluarsanya,”Jelas Herman. 

Atas nama timgab, pemerintah daerah Herman mengucapkan terimakasih kepada pihak supermarket yang telah menerima produk-produk rumah untuk dijual di supermarket.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada supermaket yang mau menerima produk-produk masyarakat kecil. Dan dijual di supermarket. Hal ini perlu kita dukung, cuma kita himbau agar pada kemasan harus ada tanggal kadarluarsa, ada lebel halal dari MUI.

Ditambahkan Suherman, untuk temuan barang-barang kadarluarsa, lansung dilakukan penyitaan terhadap produk tersebut.

“Saat ini belum ada sanksi yang dikenakan terkait pelanggaran tersebut karena kita masih sebatas pemabinaan saja,” kata Suherman.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button