NEWS

Sekelompok Warga Babel Mau ke Jakarta, Polisi Perketat Pengamanan Pelabuhan Pangkalbalam

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang melakukan penjagaan ketat di terminal keberangkatan Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang. Penjagaan ketat di pelabuhan diduga terkait informasi rencana mobilisasi massa dari Pulau Bangka yang diduga dari Front Pembela Islam (FPI) Bangka Belitung ke Jakarta mengikuti aksi demo yang ricuh.

Pantauan di Pelabuhan Pangkalbalam, ratusan polisi gabungan dari Polda Bangka Belitung, Polres Pangkalpinang dan personil Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam tampak berjaga-jaga dan memantau setiap penumpang yang datang. Pengamanan tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan masih berlangsung hingga malam hari.
Kapolres Pangkalpinang Ajun Komisaris Besar Iman Risdiono Septana membenarkan pengerahan personil kepolisian terkait rencana keberangkatan kelompok massa dengan tujuan Jakarta.

“Massa tersebut diduga dari Kabupaten Bangka Barat. Diprediksi sekitar 50-an orang. Kita masih menunggu kedatangan mereka di Pelabuhan Pangkalbalam,” ujar Iman kepada wartawan, Rabu Malam, 22 Mei 2019.

Iman menuturkan seluruh penumpang yang masuk dan keluar Bangka melalui Pelabuhan Pangkalbalam diperiksa. Terutama penumpang yang dicurigai membawa senjata tajam dan barang berbahaya.

“Kita mengantisipasi massa yang akan berangkat ke Jakarta yang berencana gabung dengan massa pendemo di Jakarta. Kita melakukan ini karena memang ada laporan mobilisasi itu,” ujar dia.

Menurut Iman, sampai malam atau jelang keberangkatan kapal pertama, pihaknya belum menemukan ada penumpang yang dicurigai berangkat ke Jakarta dalam rangka aksi solidaritas terhadap pendemo di Jakarta.

“Meski begitu, kita tetap standby di Pelabuhan. Informasinya mereka kau keluar melalui pelabuhan. Tidak ada di Bandara karena memang saat ini harga tiket masih mahal,” ujar dia.

Iman menambahkan pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Pangkalpinang untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan perdamaian.

“Kita tidak perlu terpancing dengan hal-hal yang tidak baik. Apalagi ini bulan Ramadhan. Lebih baik kita konsentrasi beribadah dan menjaga silahturahmi,” ujar dia.

Penulis : Vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close