NEWS

Pilres & Pileg 2019 Usai, Kajari Minta Masyarakat Jangan Terpancing Isu

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Penyelenggaraan Pemilu serentak 2019,telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 lalu,Pemilu merupakan bentuk pesta demokrasi dalam rangka memilih pemimpin terbaik dari yang terbaik.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Rilke Jeffry Huwae SH, menanggapi kondisi politik di Indonesia, masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu yang berkembang, beliau meminta agar masyarakat menunggu hasil pemilu dari KPU. 

“Pelaksanaan Pemilu Serentak atau Pilres dan Pileg 2019 sudah selesai, jangan ada lagi dikotomi-dikotomi, tentang “01 atau 02 “, semua tidak ada lagi karena sudah selesai, jadi 

tunggu saja pengumuman KPU saja. Mari kita pahami bahwa, Pilres dan Pileg 2019 ini, untuk melahirkan putra terbaik dari yang terbaik, tidak ada yang tidak baik, semua tidak ada lagi karena sudah selesai, jadi tunggu saja pengumuman KPU saja,” ungkap Rilke Jum’at (17/5/2019) di Sungailiat. 

Hal-hal yang terjadi saat ini, yang bisa membentuk sikap esktrim dihindari, jangan ada yang ikut-ikutan merespon apa yang terjadi diluar, baik di kalangan publik maupun media massa. 

Terkait kondisi politik di tanah air tersebut, Jeffry meminta kepada para Jaksa di lingkungan 
Kejaksanaan Negeri Bangka, dapat memberi contoh, karena sudah banyak yang terjadi diluar, terjadi hal yang memprihatikan. 

Semua orang merubah konsep yang benar menurut selera masing-masing, apa yang disampaikan semua menjadi salah. 

“Teman- teman jaksa dan keluarga besar Adiyaksa semua, saya harapkan menjadi contoh, banyak hal yang telah kita lihat di luar terjadi memprihatinkan, semua orang merubah konsep yang benar sesuai dengan cara dia, apa yang dia sampaikan semua menjadi salah,” ujarnya. 

Kajari Bangka menngungkapkan, hal yang menarik sekarang adanya kata-kata People Power yang didengung-dengungkan ke masyarakat.

“Ada yang menanyakan kepada saya apa itu People Power, menurut saya itu bahasa Inggris, yang bahasa Indonesianya Kedaulatan Rakyat. Jadi People Power tidak ada salahnya, yang salah itu kalau People Power diikuti dengan pikiran negatif itu yang salah.

“Saya harap teman-teman, jaksa harus dapat menjawab, memberi penjelasan apabila ada pertanyaan seperti itu, jangan nanti lansung direspon dan dijawab bahwa People Power itu hal yang negatif, salah jawaban seperti itu itu, People Power boleh, tidak ada larangan, sebab People Power secara konstitusi itu sudah diatur dalam proses demokrasi, salah kalau People Power diartikan dengan hal-hal bertentangan dengan konstitusi negara,” katanya. 

Ditambahkan Kajari Bangka, untuk menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada, harus dipahami sebagai kekayaan, keragaman. 

“Perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita, harus dipahami sebagai kekayaan, dan kita harus dapat memilah-milah cara berpikir yang baik dan cara berpikir yang merusak, sehingga semuanya akan baik adanya,”ungkapnya. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button