NEWS

Peduli Korban Bencana Alam, PT Timah Tbk Kirim Relawan Ke Bengkulu

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – PT Timah Tbk mengirimkan tim tanggap bencananya ERG (emergency response group) untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Bengkulu. 

Tim tersebut telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Bengkulu pada Rabu (8/5/2019) lalu, yang terdiri dari tenaga medis, paramedis, rescue dan logistik. 

Dalam musibah banjir disusul longsor yang terjadi pada 27 April lalu, sedikitnya 24 orang warga dinyatakan meninggal dunia, 4 hilang, 12 ribu warga menjadi pengungsi, 13 ribu terdampak, serta fasilitas publik di 9 kabupaten / kota di Provinsi Bengkulu rusak parah.

Memasuki hari kedua, sejumlah upaya dilakukan tim ERG PT Timah seperti pelayanan medis berupa pemeriksaaan kesehatan dan pemberian terapi obat-obatan serta distribusi logistik. 

Dalam melaksanakan misi kemanusiaannya, tim ERG PT Timah juga berkoordinasi dengan Posko Kementerian BUMN. Ikut bergabung pula sejumlah perusahaan plat merah dan swasta lain yang ikut terpanggil memberikan darma baktinya membantu mereka yang tertimpa musibah.

“Bantuan yang diberikan merupakan bentuk empati dan komitmen perusahaan setiap kali ada bencana. Kita ingin agar beban masyarakat korban banjir dan tanah longsor ini dapat terkurangi, terlebih pada saat ini dalam keadaan berpuasa,” Kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris.Jum’at (10/5/2019) di Sungailiat. 

Menurut Amin, prioritas bantuan yang diberikan adalah masyarakat yang wilayahnya terparah terpapar bencana. Dari tim di lapangan, wilayah yang telah mendapat sentuhan medis tim ERG dan logistik PT Timah yakni di Bengkulu Kota dan Bengkulu Utara.

“Dalam berbagai pengalaman penanganan bencana, tim ERG kita selalu mengedepankan wilayah-wilayah yang terparah terpapar bencana, serta masyarakatnya memang benar-benar membutuhkan pertolongan, baik medis maupun logistik,” ungkapnya. 

Tim ERG PT Timah terbentuk sebagai puncak dari kegelisahan sejumlah karyawan yang peduli terhadap penyelamatan dan penyaluran bantuan kepada korban-korban bencana yang melanda tanah air.

Meski secara administratif dan struktural tim ini baru dibentuk pada tahun 2010, namun kiprahnya dalam penanganan bencana-bencana di tanah air sudah terbilang lama. 

Sejumlah wilayah bencana di tanah air telah dimasuki tim yang beranggotakan lintas satuan kerja di lingkungan PT Timah ini seperti gempa Bengkulu tahun 2000, tsunami di Aceh (2004), gempa Bantul-Yogya (2006), tsunami Pangandaran (2006), gempa Bengkulu (2007), puting beliung Pangkalpinang (2008) dan gempa Cianjur tahun 2008.

Tim ini juga terlibat dalam membantu pencarian korban laka tambang di Belitung tahun 2014, evakuasi dan bantuan medis logistik saat banjir besar melanda kota Pangkalpinang (2016), banjir Mentok (2017), banjir di Belitung dan Belitung Timur (2017), gempa Lombok2018), gempa dan likuifaksi Palu (2018) serta terakhir saat tsunami Banten dan Lampung Selatan penghujung tahun lalu. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button