NEWS

Mulkan Resmikan Pasar Inpres

Lensabangkabelitung.Com, Sungailiat – Bupati Bangka Mulkan SH, MH meresmikan pasar Inpres atau pasar tradisional di Sungailiat,Jum’at (3/5/2019).

Pasar inpres tersebut dibangun menggunakan dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat.

“Kepada masyarakat untuk bersama-sama merasa memiliki bahwa pasar bukan hanya terpangku pada pemerintah saja,melainkan tanggung jawab bersama untuk kebersihan, pemeliharaan dan perawatannya. Pedagang juga harus berkompetisi untuk bagaimana cara menarik pembeli agar berbelanja dipasar ini,” ujar Mulkan. 

Bagi para pedagang yang belum mendapatkan lapak dipasar inpres, Pemda Bangka akan memberikan solusi. Sedangkan, bagi pedagang yang telah mendapatkan lapak agar dapat bener-benar dimanfaatkan, sebab jika tidak dikelola dengan maksimal akan dibatalkan dan diisi oleh pedagang lain.

“Sudah sesuai perjanjian. Ini menjadi kesempatan bagi pedagang lainnya untuk mendapati lapak pasar,”terangnya.

Mulkan mengatakan pasar inpres atau pasar tradisional tersebut ada 24 meja dan 15 kios dibangun oleh pemerintah dengan dana  APBD senilai kurang lebih Rp 4 miliar.

“Saya sarankan kepada seluruh pedagang yang menempati meja atau kios dan pengunjung pasar agar menjaga kebersihan lingkungan pasar,” katanya.

Sebagaimana fungsinya, pasar harus digunakan sebagai sarana jual beli masyarakat atau tempat masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari.

“Pengoperasian pasar pagi atau pasar Inpres akan membantu masyarakat mempermudah akses mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Dia mengatakan, diresmikannya pasar pagi atau pasar Inpres ini untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari termasuk menjelang bulan Ramadan.

“Kita segera meresmikan pasar tradisional ini karena pertimbangan memasuki bulan Ramadan agar masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Bupati menegaskan seluruh pedagang maupun pengunjung pasar, agar tidak melakukan kegiatan terlarang seperti perjudian, mabuk-mabukan dan pelanggaran lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Thony Marza mengatakan, pihaknya menerapkan sistem cabut lot bagi pedagang yang akan menempati lapak atau kios.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan lapak maupun kios oleh pedagang,katanya kontrak antara pedagang dan pemerintah daerah dibuat setelah pedagang tersebut melakukan akitivitas penjualan.

“Bagi pedagang yang mendapatkan lapak jualan atau kios namun dalam kurun waktu yang ditentukan tidak ditempati, akan dicabut kontraknya,” katanya.

Tercatat di Kota Sungailiat terdapat tiga lokasi pasar yang dibangun pemerintah yakni, pasar induk, pasar Kenanga dan pasar inpres. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button