NEWS

TI Tower Ganggu Aktifitas Nelayan Air Kantung, Simpul Babel Siap Bantu 

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Ujang Supriyanto, Ketua Simpul Babel mengatakan pihaknya mengapresiasi masyarakat nelayan yang menyampaikan aspirasinya kepada Simpul Babel berkenaan dengan maraknya operasi TI Tower yang ada di Perairan Air Kantung. 

Untuk itu LSM Simpul Babel sepakat mengadvokasi para nelayan yang mengeluhkan aktifitas TI Tower tersebut. Dimana simpul Babel sudah melayangkan surat kepada pihak pihak berwenang seperti PT. Timah, Gubernur Babel, Bupati Bangka, Kapolda dan pihak pihak lainnya untuk dapat memberikan solusi.

“Selaku ketua Simpul Babel saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir yang merasa terganggu dengan TI tower yang mulai bermunculan di sepanjang pesisir pantai kawasan jelitik dan air kantung,” ungkap Ujang, Jum’at (26/4/2019) di pelabuhan jelitik Sungailiat. 

Selain masalah operasinya TI Tower, Ujang menilai telah terjadi tumpang tindih izin RK yang dikeluarkan PT Timah. Pihaknya mensinyalir perusahaan – perusahaan yang mengelola TI tower ini belum memiliki standart persyaratan baku mutu dari segi hukum.

“Walaupun mitra PT Timah yang ingin beroperasi di wilayah PT Timah dan sudah mengantongi izin atau RK harus mempunyai surat izin usaha jasa pertambangan yang menjadi syarat utama untuk mengeluarkan perizinan,” jelas Ujang.

Simpul Babel yang memberikan advokasi dan edukasi terhadap nelayan berharap persoalan ini segera selesai. Menurutnya tidak mungkin mitra PT Timah bisa bekerja tanpa ada perintah dari instansi terkait. Selain itu terdapat tumpang tindih kawasan dari perusahaan lainnya. Sehingga hal ini harus dapat dikomunikasikan antara masyarakat, Kepala Lingkungan, dan lurah dengan baik untuk mencari solusi. 

“Harusnya izin usaha ini harus dikasih tau kepada wilayah setempat, perangkat terkecil pun harus diberi tahu. Jadi tidak ada indikasi yang lain. Kita coba membenah dari sini,”saran Ujang.

Menurut Ujang gejolak TI tower ini sudah terjadi diberbagai daerah seperti Bangka Selatan dan Bangka Tengah. Maka dari itu pihaknya menunggu langkah langkah hukum dari instansi terkait agar situasi masyarakat dapat kembali kondusif dan tidak anarkis. 

“Gejolak TI tower ini sudah menimbulkan konflik dimana mana. Tentunya masyarakat khawatir. Kita menunggu langkah hukum instansi terkait agar masyarakat kondusif dan tidak anarkis. Kita membicarakan harmonisasi daerah. Banyak stake holder yang harus dibicarakan saya meminta kepada pihak terkait, kita percaya kita akan membawa aspirasi sampai ada solusi,”jelasnya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button