NEWS

Sudah 10 Bulan Kasus Lakalantas, Keluarga Tuntut Keadilan

lensabangkabelitung.com, Paritiga – Miris nasib yang dialami Gofarudin, warga Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, pada 25 Juni 2018 yang lalu, istrinya tak terselamatkan dalam peristiwa Lakalantas di Desa Teluk Limau, hingga kini dirinya masih belum juga mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan hukum kasus tersebut.

Gofarudin berharap adanya kejelasan mengenai kasus lakalantas yang menyebabkan istrinya meninggal dunia tersebut.

“Hingga kini pak, setelah hampir 10 bulan berlalu, kami dari pihak keluarga belum juga mendapatkan kepastian hukum terkait peristiwa yang kami alami. Apakah ini yang namanya proses hukum yang adil? Kami tahu pelakunya adalah anak di bawah umur, tapi yang kami inginkan adalah kejelasan kasus ini, masak sudah sekian lama tidak juga ada kejelasan,” ungkap Gofarudin, (8/4/2019)

Senada dikatakan Yuni, salah seorang kerabat korban, dirinya merasa heran atas proses hukum atas kejadian tersebut.

“Sudah hampir 10 bulan pak, kami sudah beberapa kali disuruh ke kantor Satlantas untuk membawa saksi yang melihat peristiwa tersebut, sudah 3 orang saksinya, menurut kami itu sudah cukup kuat, namun anehnya, kami di minta menghadirkan satu orang saksi lagi, dan saksi yang diminta tersebut tidak mau kami ajak ke kantor Satlantas, kata orang Satlantas nanti mereka yang akan datang kesini (Teluk Limau) untuk memeriksa saksi, namun sampai sekarang mereka tidak kunjung datang,” sesal Yuni.

Yuni menambahkan, dirinya dan keluarga besar mereka sangat berharap agar ada kejelasan atas kasus ini.

“Kami sangat berharap agar kami segera mendapatkan kejelasan atas kasus ini, jika tidak ada juga, maka kami akan menggunakan jasa hukum untuk mempertanyakan perihal ini, bila perlu ini akan kami bawa ke Propam Mabes Polri dan KOMPOLNAS,” ucap Yuni.

Penulis : Redaksi

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button