NEWS

Cegah Wabah DBD Polsek dan TNI Gelar PSN di Pemali

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Untuk mencegah dan mengantisipasi wabah penyakit demam berdarah, Polsek, Koramil dan Puskesmas Kecamatan Pemali gencar mengadakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Desa Air Ruai Kecamatan Pemali, Jum’at (5/4/2019).

Kegiatan PSN dilakukan dengan cara melakukan pembersihan lingkungan dengan memungut sampah-sampah plastik dan juga membersihkan selokan agar tidak terjadi genangan air, yang akan menjadi sarang nyamuk demam berdarah untuk berkembang biak.

Tampak ikut serta dalam kegiatan PSN di desa Air Ruai, yakni Camat Pemali, Putra Jaya,Kapolsek Pemali, Ipda, Kepala Puskemas Pemali serta PJ Kades Air Ruai, Ilhamsyah, serta anggota Koramil Sungailiat dan masyarakat Desa Air Ruai.

Camat Pemali, Putra Jaya mengatakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan dilaksanakan pihak aparat Kecamatan Pemali, bersama dengan Polsek Pemali, pihak Koramil, Puskesmas Pemali dan masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini, dalam rangka Pemberantasan Sarang Nyamuk yang merupakan penyebab penyakit demam berdarah serta malaria. Tadi saat kita melakukan kerja bakti, masih banyak terdapat sampah-sampah plastik berserakan, kita menghimbau ke masyarakat untuk peduli, dengan membersihkan perkarangan rumah masing-masing,”harap Putra.

Sedangkan Kapolsek Pemali, Ipda Meidy Aryanto SH mengatakan, kegiatan kerja bakti bersama juga merupakan program dari pihak Polsek Pemali, yakni membersihkan lingkungan bersama dengan pihak koramil, kecamatan serta masyarakat.

“Program kerja bakti bersama ini, merupakan bagian sinergitas antara polsek, kecamatan dan babinsa serta masyarakat, untuk turut serta peduli dengan lingkungan sekitar dan juga mendukung pembangunan di daerah ini,” ujar Ipda Meidy Aryanto. 

Sementara itu Kepala Puskemas Pemali, Shodiana menyebutkan untuk pencegahan wabah penyakit demam berdarah di Kecamatan Pemali, harus dilakukan bersama-sama, baik itu, pihak puskemas, aparat kecamatan serta anggota Polsek Pemali dengan membersihkan lingkungan masyarakat.

Untuk pemberantasan pencegahan wabah penyakit demam berdarah, tidak bisa dilakukan pihak puskemas sendiri, tetapi juga harus melibatkan aparat kecamatan, desa dan kelurahan setempat, sebab selain melakukan kegiatan penyemprotan nyamuk atau fogging, pembagian  obat pembunuh jentik nyamuk, juga yang terpenting yakni melakukan PSN dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. 

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, serta tidak membuang sampah sembarangan,yang akan menjadi sarang nyamuk,” himbaunya. 

Dikatakannya, sesuai dengan data puskemas Pemali tahun 2018, jumlah warga yang terkena penyakit demam berdarah ada sebanyak 7 kasus,sedangkan kasus terbanyak ada 6 kasus demam berdarah di Desa Air Ruai,dan 1 kasus di desa Air Duren. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close