NEWS

Pelabuhan Tanjung Kalian Jadi Favorit Penyelundup BBM ke Bangka

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Upaya penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dari Palembang ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, terus meningkat akhir-akhir ini seiring dengan kembali bergairahnya sektor pertambangan di Bangka. Meski sudah beberapa kali diungkap, namun aktivitas penyelundupan terus terjadi dengan berbagai modus pengiriman.

Kepala Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairda) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Irwan Deffi Nasution mengatakan modus pengiriman BBM dengan menggunakan truk yang dimodifikasi merupakan modus lama yang kembali digunakan.
“Modus ini sebetulnya sudah lama tidak digunakan karena selalu dipantau. Namun saat ini digunakan kembali oleh pelaku pengiriman BBM. Dulu sempat termonitor dan sempat dihindari pengiriman BBM ilegal melalui jalur darat menggunakan truk,” ujar Nasution kepada Tempo, Selasa, 19 Maret 2019.

Menurut Nasution, berdasarkan fakta pengungkapan kasus pengiriman BBM ilegal dari Palembang, pihaknya menemukan berbagai macam modus yang dilakukan para pelaku.

“Dengan menyeberang melalui kapal Roro, pelaku juga pernah kedapatan petugas dengan menggunakan kendaraan pengangkut sembako yang didalamnya berisi jerigen berisi BBM. Bahkan dengan menggunakan kendaraan kecil yang didalamnya berisi BBM yang disembunyikan,” ujar dia.

Sebelum kembali menggunakan modus pengiriman jalur darat melalui truk yang dimodifikasi, kata Nasution, pengiriman BBM ilegal asal Palembang menggunakan kapal-kapal kecil dengan kapasitas 3 Gross Ton (GT) atau 5 GT.

“Penggunaan kapal kecil sebetulnya tidak layak. Tapi ini merupakan berbagai upaya untuk menghindari pantauan petugas,” ujar dia.
Nasution menuturkan Pelabuhan Tanjung Kalian yang selalu digunakan sebagai pintu masuk karena jaraknya paling dekat dengan Palembang ketimbang dua pelabuhan lain yang melayani penyeberangan kapal Roro di Bangka, yakni Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang dan Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan.

“Kami melihat kebutuhan BBM untuk penambangan meningkat. Jadi ini satu peluang bisnis untuk memasukan minyak dari Palembang karena harganya juga dibawah harga dari pengerit BBM di Bangka,” ujar dia.

Nasution menambahkan pihaknya akan lebih serius dan jeli melakukan monitoring kendaraan yang masuk ke Bangka melalui Pelabuhan Tanjung yang diduga membawa BBM ilegal. Bahkan dua minggu terakhir, kata dia! sudah dilakukan operasi gabungan untuk sweeping maupun penertiban terhadap kapal Roro.

“Kita kerahkan juga kapal patroli direktorat, melibatkan masyarakat sebagai pemberi informasi dan menindak tegas pelaku yang tertangkap. Dengan adanya ketegasan memproses pelaku penyelundupan BBM, diharapkan ada efek jera bagi pelaku dan menghindarkan pelaku lain untuk tidak melakukan penyelundupan BBM,” ujar dia.

Penulis : Vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close