NEWS

WALHI Tuding Pemerintah Jerman Sesat Pikir Reklamasi Lahan Eks Tambang Timah dengan Sawit

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Rencana Pemerintah Republik Federal Jerman akan menanam kelapa sawit di lahan bekas penambangan bijih timah untuk memulihkan lahan kritis di Bangka Belitung mendapat sorotan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Pjs Direktur WALHI Kepulauan Bangka Belitung Zulpriadi menggungkapkan inisiasi Pemerintah Jerman melakukan reklamasi paska tambang dengan penamaman sawit untuk pemulihan lingkungan dan menjaga flora dan founa adalah kerangka berfikir yang sesat.

“kerusakan lingkungan oleh tambang timah di Babel sudah sangat kritis, data WALHI Babel terdapat ribuan lubang tambang dibiarkan menganga tanpa direklamasi,” ujar Zulpriadi dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu, 23 Februari 2019.
Menurut Zulpriadi, ratusan ribu hutan dan lahan hancur, serta puluhan nyawa melayang setiap tahun akibat lubang tambang di Babel

“yang lebih berbahaya lagi adalah konsentrasi radioaktif tinggi dari lubang tambang yang tanpa disadari oleh masyarakat,” ujar dia.
Zulpriadi menambahkan, menanam sawit untuk mereklamasi tambang akan menimbulkan masalah baru terhadap keberlanjutan lingkungan hidup di Babel.

“sebagai negara pengimpor Timah dari Indonesia, Jerman seharusnya bertanggung jawab besar terhadap pemulihan kerusakan lingkungan yang terjadi di Babel,” ujar dia.

Sebelumnya dalam wawancara kepada media pada tanggal 22 Februari 2018, Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman Svann Langguth menyatakan pihaknya tidak hanya menanam saja. Tapi juga melakukan pembibitan kelapa sawit unggul, tanaman kelapa sawit luar biasa, ekonomis dan dapat menjaga kelestarian lingkungan flora serta fauna.

“reklamasi lahan bekas penambangan di Bangka Belitung sebagai salah satu tanggung jawab pemerintah Jerman yang merupakan salah satu negara ekspor timah Indonesia, Kami juga memiliki tanggung jawab untuk menanam berbagai tanaman bermanfaat untuk perekonomian masyarakat di daerah ini,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan reklamasi ini murni niat baik Pemerintah Jerman untuk memperbaiki lingkungan bekas penambangan bijih timah di Bangka Belitung.

“Kami tidak ada niat lain untuk melakukan reklamasi di lahan bekas tambang ini, apalagi selama ini kebutuhan timah Jerman didatangkan dari Indonesia,” katanya.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button