NEWS

Pemilu 2019, Distribusi Logistik ke TPS Pulau Batun Butuh Waktu 8 Jam Perjalanan Laut Tanpa Sinyal

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan ada 62 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bangka Belitung yang berada di pulau-pulau terpencil pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. TPS yang paling jauh dan dinilai rawan adalah TPS yang berada Pulau Batun Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur.

“Butuh waktu 8 jam ke TPS tersebut. Disitu ada satu TPS dengan matapilih mata pilih lebih dari 100 orang. Kita kesulitan berkomunikasi karena tidak ada sinyal telepon disana. Satu-satunya alat komunikasi yang bisa digunakan adalah telepon satelit,” ujar Ketua KPU Bangka Belitung Davitri kepada wartawan, Selasa, 10 Februari 2019.

Davitri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi cuaca dan gelombang tinggi terkait pendistribusian logistik pemilu di 62 TPS tersebut.

“Kalau cuaca pada minggu pertama April 2019 nanti cukup bagus, pendistribusian logistik pemilu akan menggunakan jasa pihak ketiga. Jika sebaliknya kita akan meminta bantuan TNI dan Polri yang memiliki alutsista yang memadai,” ujar dia.

Menurut Davitri, sesuai aturan dan Peraturan KPU tentang pendistribusian logistik pemilu, minimal H-1 pelaksanaan pemilu seluruh peralatan dan logistik sudah harus tiba di lokasi TPS atau kantor desa.

“Kalau lokasi TPS masih bisa dijangkau tanpa ada kendala, itu akan didistribusikan seperti biasa. Namun untuk lokasi yang kita lihat sulit dijangkau, kita akan berkoordinasi dengan KPU kabupaten dan kota untuk mendahulukan distribusi logistik ke daerah tersebut,” ujar dia.

Untuk logistik pemilu untuk wilayah Bangka Belitung, kata Davitri, yang belum ada sampai saat ini adalah surat suara dan formulir. Sedangkan untuk kotak dan bilik suara saat ini sudah ada dan saat ini sedang tahap perakitan.

“Memang ada kekurangan sedikit karena kita menggunakan data dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang pertama. Sedangkan saat ini kita sudah dua kali melakukan perbaikan. Tapi itu sudah disampaikan ke KPU RI,” ujar dia.

Davitri menambahkan saat ini yang menjadi pekerjaan rumah berat bagi pihaknya adalah soal peningkatan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang.

“Target 77,5 persen yang sudah ditetapkan secara nasional membutuhkan ikhtiar kita bersama. Kita berharap masyarakat menggunakan hak pilihnya karena golput adalah pilihan salah. Pemilu merupakan momentum menentukan nasib bangsa kedepannya,” ujar dia.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button