NEWS

Kurangi Penularan DBD, Dinkes Bangka Galakkan Jumantik

lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Untuk mengurangi  meningkatnya penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk,Dinas kesehatan Kabupaten Bangka galakkan Juru pemantau Jentik atau disingkat Jumantik,dimana setiap puskesmas mempunyai petugas untuk memantau jentik. 

“Jadi jumantik ini akan memantau ke rumah rumah penduduk untuk melihat ada tidaknya jentik dirumah tersebut, “jelas Anggia Murni Kabid.Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka,Selasa (18/2/2019) di Sungailiat. 

Kegiatan Jumantik ini difokuskan kepada jentik nyamuk DBD yang berada ditempat tempat penampungan air yang tidak langsung berhubungan dengan tanah,seperti tempat penampungan air yang terbuka atau tempat barang bekas yang bisa menampung air. 

“Program ini kita sarankan kepada semua puskesmas dan dilakukan setiap satu bulan sekali.Mereka nantinya harus memantau ke 100 rumah,setelah itu di evaluasi jentiknya ada  berapa dan seterusnya akan pindah ke 100 rumah yang lain, “jelas Anggia. 

Dikatakan Anggia untuk saat ini Dinkes Bangka untuk area puskesmas Kenanga jumantiknya bukan hanya dari masyarakat tapi melibatkan anak sekolah.

“Kita melibatkan anak sekolah,satu rumah satu jumantik, salah satu anggota keluarga harus menjadi jumantik dirumahnya masing masing,” jelas Anggia. 

Dengan adanya program jumantik ini penurunan angka kejadian DBD sangat drastis.

Saat ini memang kabupaten Bangka mengalami siklus empat tahunan, dimana kemarin kejadian DBD yang meningkat kasusnya ditahun 2015 dan sekarang di tahun 2019.

“Untuk data sendiri di tahun 2019 pada bulan Januari ada 40 kasus,dan di Februari sekitar 12 kasus yang positif DBD,” ungkap Anggia. 

Sedangkan untuk daerah paling banyak kasus DBD diwilayah kecamatan Sungailiat,dan  kecamatan Pemali,tetapi dikecamayan Pemali sudah menurun karena ada kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM).

“Salah satu faktor terjadi DBD, adalah mobilitas masyarakat bisa saja mereka menginap ditempat yang endemis sehingga tertular, dan 

jentik dan kepadatan nyamuknya tinggi,” jelas Anggia. 

Biasanya dikatakan Anggia untuk perkembangan jentik nyamuk terjadi pada musim hujan, sepeeti pada bulan Januari,Februari yang dimulai dari bulan september,Oktober.

“Kalo ujan satu hari deras,dua hari tidak hujan,satu hari dua hari deras itulah puncak berkembangbiaknya nyamuk DBD,secara teori nyamuk itu bertelur selama hidupnya yang satu bulan tiga kali,dalam satu kali bertelur 100-150 butir telur nyamuk,  selama satu bulan dia akan mati, jadi dia meninggalkan 400-450 butir telur dalam hidupnya,”jelasnya. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close