NEWS

Kementerian Hukum dan HAM telekonfrence dengan Lapas Kelas IIB Bukit Semut

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Untuk memperingati Hari Bakti Pemasyarakat ke 55 Tahun 2019,Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bukit Semut Sungailiat bersama seluruh lapas dan rutan di Indonesia melakukan telekonfrence dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) terkait adanya pembinaan karakteristik pegawai lapas, Rabu  (27/2/2019) di Jakarta.

Telekonfrence ini dilakukan sebagai tindak lanjut yang akan dilaksanakan Kepala Lapas Kelas II B Bukit Semut untuk disampaikan kepada seluruh pegawai lapas pada saat apel pagi nantinya. 

Kalapas Kelas IIB Bukit Semut melalui Kasi Pembinaan Al Ihsan menilai karakteristik pegawai lapas selama ini sudah baik hanya saja perlu peningkatan agar lebih baik lagi.

“Untuk menambah ilmu bagi petugas kami agar dalam tupoksi ini seperti yang disampaikan oleh dirjen dalam bekerja ini sesuai tupoksi lebih baik lagi ke depannya,” kata Ihsan.

Dikatakannya bagi pegawai di lapas sebelumnya sudah dibekali pendidikan bagaimana karakter melayani sebagai petugas pemasyarakat.

Pembinaan karakteristik ini bukan hal yang baru tetapi kelanjutan proses pengembangan kapasitas karakter itu sendiri. 

Menurut Ihsan tidak bisa dipungkiri aksi kekerasan yang dilakukan oleh para pegawai lapas masih terjadi. 

Oleh karena itu dengan adanya pelatihan karakteristik tersebut untuk meminimalisir aksi kekerasan di dalam lapas.

“Kalau kita lihat  itu sebuah kejadian yang kadang kala tidak bisa dipungkiri terkadang ada juga yang seperti itu. Dengan pelatihan ini diharapkan untuk meminimalisir keadaan seperti itu. Ketika petugas kami dilatih dengan karakter mumpuni, karakter yang bagus, kejadian-kejadian selama ini akan  terkikis tidak ada lagi seperti itu,” jelas Ihsan.

Menurutnya,  jika masih ada terjadi aksi kekerasan di dalam lapas bisa dikatakan kelalaian petugas lapas, sehingga diharapkan dengan pembinaan karakteristik bisa meningkatkan kesadaran bagi petugas lapas untuk mengayomi dan memberikan pelayanan baik kepada para narapidana maupun masyarakat.

Dia juga membantah adanya isu pungutan liar (pungli) dalam lapas yang dilakukan para petugas lapas. Menurutnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk jam besuk sesuai jadwal setiap hari dan untuk hari libur pada minggu kedua setiap bulan bisa dilakukan kunjungan ke lapas.

“Seperti biasa tidak ada istilahnya diskriminasi siapa pun boleh besuk. Sampai saat ini pungli belum ditemukan dan In Shaa Allah jangan adalah pungli,” harap Ihsan.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button