NEWS

Kabupaten Bangka Prioritas Stanting 2019

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Dalam rangka penurunan prevalensi Stunting Direktorat informasi dan komunikasi pembangunan manusia dan kebudayaan Kementerian komunikasi dan Informatika menggelar sosialisasi penurunan prevalensi stunting,Selasa (16/2/2019) di OR Setda Bangka. 

Drs.Wiryanta,Ph.D selaku direktur Infokom BMK Kementerian komunikasi dan Informatika (kominfo) dalam sambutannya mengatakan penurunan prevalensi stunting mentargetkan pemangku kepentingan agar sadar stanting itu penting, harapannya menjadi isu yang dikerjakan bersama.

Kabupaten Bangka menjadi salah satu dari 60 kabupaten kota prioritaskan stanting pada tahun 2019.

“Selama 4 tahun pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla pekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting dari 3 7,2% (riskesdas 2013) menjadi 30,8% (riskesdas 2018). Angkanya masih tinggi artinya masih ada tiga dari 10 balita stunting di Indonesia namun pemerintah optimis angkanya semakin turun karena ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting,”jelas Wiryanta. 

Secara definisi stunting adalah kekurangan gizi kronis pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama. Pemerintah melakukan intervensi dalam 2 skema. Pertama intervensi spesifik atau gizi dalam melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak suplementasi gizi,pemberian tablet darah dan konsultasi. Kedua intervensi Sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, Alokasi Dana Desa,edukasi sosialisasi dan sebagainya.

“Program stunting banyak baik aspek kesehatan maupun non kesehatan, anggaran pun besar untuk penanggalan ini namun ragam program tidak akan berdampak banyak bila tidak disertai pola pikir sehat harus ada perubahan perilaku,”ungkapnya. 

Realisasi stanting ini penting untuk mencegah banyaknya SDM tidak berkompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030. Tahun ini diperkirakan penyangga ekonomi bangsa Indonesia 68% adalah orang-orang produktif yang lahir saat ini Pemerintah juga tidak ingin sumber daya manusia ini mundur sebelum pertandingan Global karena kala kompetisi akibat stanting.

Sesuai Inpres nomor 9 tahun 2015 tentang pengelolaan komunikasi publik kominfo diamanatkan untuk mengakomodir isi sektor menjadi narasi tunggal untuk disampaikan ke masyarakat, khusus untuk stanting kominfo menjadi koordinator kampanye nasional bersama Kementerian Kesehatan dan 10 institusi institusi pemerintah lainnya termasuk Pemda.

Kominfo mengharapkan masyarakat dapat melakukan 3P Peduli,Pahami dan Partisipasi,untuk membantu pengurangan stanting peduli,mulai peduli lingkungan sekitar Lihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar pahami carilah informasi sebanyak mungkin melalui media ataupun tentang stunting, lalu berpartisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarganya dan edukasi masyarakat.

Pada kegiatan edukasi penurunan prevalensi stunting diikuti oleh Pemerintah Desa, komunitas informasi tenaga kesehatan dan media.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close