NEWS

Tim Gabungan Pemkab Bangka Razia Miras di TKS

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Satuan Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Lurah Sungailiat serta Personil TNI AD melakukan razia minuman keras (miras), di Pusat Kuliner Taman Kota Sungailiat (TKS),Selasa malam (22/1/2019).

Kasatpol PP M Dalyan Amri melalui Kabid Penegakan Perundang Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman menyesali reaksi penjual miras di pusat kuliner TKS tersebut yang biasa saja dan merasa tidak bersalah mereka tidak jera walau kedapatan menjual miras, Pada razia kali ini ditemukan sebanyak 55 botol bir dan satu botol arak,s elain itu tim juga melihat banyak cewek berpakaian seksi di warung tersebut yang melayani para pembeli.

Sedangkan untuk prostitusi timnya tidak menemukan. Namun disesalkannya kondisi warung di eks Pasar Mambo Sungailiat yang menjadi warung remang-remang saat dialihkan ke pusat kuliner di TKS ini tetap saja seperti sebelumnya. 

Beberapa pedagang tetap menjual miras dengan mempekerjakan cewek-cewek berpakaian seksi, Ironisnya keberadaan warung tersebut di belakang masjid sehingga kondisi ini sudah tidak wajar.

“Memang tidak berubah malahan semakin jadi,” kata Suherman.

Untuk itu ia minta pihak pengelola Pusat Kuliner TKS harus tegas dengan mengembalikan  fungsinya sebagai pusat kuliner. 

“Sekarang ini masyarakat sungkan mau  duduk belanja ke Mambo ngajak keluarga dan anak karena jualan miras ini tambah lagi cewek-cewem seksi,” keluh Suherman.

Padahal TKS ini tempat yang dibangun Pemkab Bangka dengan dana milyaran rupiah, tetapi sayangnya disalahgunakan.

“Kami minta semua pihak mendukung agar Mambo dibersihkan dari hal-hal negatif.  Kembalikan ke fungsi awal.  Mana banyak  tambahan tenda-tenda jadi  kesan kumuh,” ungkap Suherman.

Para pedagang disarankan berinovatif jualan makanan, enak, dan bersih pasti pembeli akan ramai.

“Bukan inovasi pakai miras,” tegas Suherman.

Untuk itu pihaknya sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS)  akam melakukan pemanggilan terhadap lima penyewa di pusat kuliner di TKS yang kedapatan berjualan bir minuman beralkohol golongan A pada Jumat (25/1/2019) nanti.

Para pedagang tersebut dinilai  melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2013 tentang penjualan minuman beralkohol.  Mereka terancam denda setingginya 50 juta atau kurungan tiga bulan penjara.

Selain itu ada di antara para pedagang tersebut yang menyewakan ke kiosnya ke orang lain. Jadi bisa terancam putusan kontrak sewa.

“Hari jumat ini akan kamu periksa dan  dipanggil sebagai saksi.  Kami minta mereka datang dan koorperatif. Apabila dua kali panggilan tidak hadir terpaksa kami minta bantuan ke polisi untuk upaya paksa,” tegas Suherman. 

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button