NEWS

Saat Melaut Warga Nelayan Sungailiat Tersambar Petir

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Warga Nelayan II RT 1 Sungailiat, yang berprofesi sebagai nelayan dan juga kapten kapal H Rusman tersambar petir saat melaut di Perairan Tuing,Kamis (10/1/2019).

Menurut keterangan saksi Nasir, pada saat kejadian KM Cahaya 3 membawa nahkoda kapal yakni H. Rusman dan beberapa Anak Buah Kapal(ABK), yakni, atas nama, Nasir, Boleh, Iwan, Ape dan Antok, petir menggelegar menyambar KM Cahaya 3,saat kejadian tersebut, dirinya sedang tertidur dekat kemudi kapal. Saat melihat sang kapten sudah tergeletak pingsan dengan kondisi leher hingga tangan kiri sudah terbakar. Dan bunyi ledakan di kapal sangat kuat.

Akibat sambaran petir tersebut, nahkoda, H Rusman mengalami luka bakar serius di sekitar leher dan lengan.

“Posisi aku sedang tidur-tidur depan Juragan kapal. Dua sedang megang kemudi waktu tersambar petir langsung terbanting terpental jatuh ke belakang dak jauh dari kemudi. Sudah terkena luka bakar. Dia pingsan cukup lama juga baru sadar,” ungkap Nasir, di Rumah Sakit Medika Sungailiat.

Dikatakan Nasir Kondisi kaca depan kemudi langsung pecah akibat tersambar petir sehingga membuat beberapa ABK terkena pecahan kaca. Telinga mereka sakit akibat bunyi petir yang mengelegar.

“Suaranya besar kayak bom, telinga sakit dak jelas kedengarnya,” kata Nasir.

Pada saat kejadian kondisi mesin kapal tetap menyala sehingga mereka langsung memutuskan pulang kembali ke daratan untuk membawa Mang ke rumah sakit. 

“Baru ini kejadian kesambar petir,” ujar Nasir.

Saat ini sang kapten kapal sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Medika Sungailiat akibat luka bakar yang dideritanya. 

“Korban yang saat ini dirawat di rumah sakit Medika Stania Sungailiat, mengalami luka pada leher dan luka lebam dibagian dada,” kata Nasir. 

Sedangkan, untuk beberapa ABK Kapal lainnya, mengalami luka lecet kaki dan tangan kena serpihan kaca yang pecah

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button