NEWS

Penerapan Lima Hari Kerja, Tidak Ada Istilah Pulang Saat Istirahat

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Penerapan lima hari kerja dilingkungan Pemkab Bangka sudah dilaksanakan sejak tanggal 2 Januari 2019 lalu. Penerapan lima hari kerja tersebut tidak berlaku pada kantor pelayanan.

“Mulai Rabu (2 Januari 2019) sudah lima hari kerja, kecuali untuk beberapa unit kerja, seperti unit pengolahan sampah di dinas lingkungan hidup, rumah sakit umum daerah, rumah sakit Belinyu dan puding serta puskesmas tetap enam hari kerja, termasuk kantor camat, kantor desa enam hari kerja,” jelas Surtam A. Amin Kepala badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BPKSDMD) Selasa (8/1/2019) dikantornya. 

Untuk pengawasan dilakukan absensi seperti biasa, absen masuk dan absen pulang.

“Kita hanya mengenal absen masuk dan absen pulang, mereka istirahat dari jam 12.00 -13.00 WIB, itu pengertiannya istirahat memberikan kesempatan para PNS untuk melaksanakan ibadah dan makan, makan dan beribadah itu bukan pulang tapi dilakukan dikantor, kita hanya istirahat melakukan pelayanan kepada publik, bukan pulang, tidak ada istilah pulang saat istirahat. Kita mengadopsi peraturan yang ada di Jakarta mereka tidak pulang pada jam istirahat,mereka ada dikantor hanya tidak melayani masyarakat. Jadi kita nyontoh mereka yang ada di Jakarta,”tegas Surtam. 

Untuk PNS yang mangkir kerja dikatakan Surtam akan diberikan sanksi,”jika mereka pulang dan jam 14:0 tidak balik lagi itu namanya bukan pulang tapi menghilang, itu harus tetap dipantau oleh OPD masing-masing, sementara ini kami baru menggunakan instrumen itu absensi sistem kehadiran manual, tetapi beberapa perangkat daerah sudah mulai memakai absensi sidik jari, jadi untuk awal tahun 2019 akan ada beberapa unit pemasangan absensi sidik jari oleh Kominfo Bangka ,” jelas Surtam.

Absensi sidik jari yang dipasang oleh Kominfo Bangka, nanti untuk memantauan kehadiran ASN dan akan langsung dipantau oleh Bupati, wakil Bupati dan sekda dan kepala BKD.

“Langsung bisa diketahui siapa yang masuk lambat siapa yang pulang cepat, akan connect langsung ke kantor bupati, ” terang Surtam. 

Peran dari atasan langsung sangat penting dalam pengawasan pada pegawai, para kepala eselon harus tau kemana staf stafnya.

“Mereka harus melakukan pembinaan jangan dibiarkan mereka tidak bekerja, dianalisis data itu, mengapa mereka tidak bekerja, jika tidak ada pekerjaan disitu pegawai tersebut bisa ditempatkan di tempat yang banyak kerjanya tapi harus ada proses dari masing masing perangkat daerah,”jelasnya. 

Untuk PNS yang mangkir kerja akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah no 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, disitu jelas diatur kalo sampai lima hari tidak masuk ,PNS itu akan dijatuhi hukuman disiplin ringan berupa teguran lisan, seterusnya jika enam sampai sepuluh hari tidak masuk ada teguran tertulis, dan seterusnya ada semua tarifnya sampai itu diproses hingga 46 hari kerja PNS itu berhenti jadi pegawai, tapi harus diproses oleh masing masing OPD. 

“Yang selama ini kami mengetahui banyak yang salah kaprah dalam memahami PP 53 tersebut, misalnya hukuman disiplin teguran lisan, tapi tidak dibuat didalam keputusan seharusnya dibuat dalam surat keputusan atau SK penetapan hukuman disiplin, hukuman harus ada SK,” terang Surtam. 

Masing masing perangkat daerah sejak tahun 2010 sudah disosialisasikan mengenai PP 53, jadi tidak ada lagi yang menganggap tidak tau, karena sudah delapan tahun lebih. 

Sedangkan bagi pegawai honor/tenaga kontrak yang mangkir kerja mereka terkena di peraturan bupati mengenai manajeman tenaga kontrak, jika sekian hari tidak masuk akan diberhentikan. 

“jadi tenaga kontrak itu lebih gampang untuk menindaknya, kalo tahun kemarin malah lebih syarat diperjanjian kerja mereka tersebut dicantumkan kalau tiga hari tidak Masuk dalam satu bulan tanpa keterangan langsung di PHK, tinggal disampai mana kepala SKPD yang menerapkannya, karena perjanjiannya sudah jelas,” terang Surtam.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button