NEWS

Kekurangan Administrasi 10 Truck Bermuatan Kayu di Periksa KHP

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bubus Panca dan KPH Si Gambir Kota Waringin melakukan pemeriksaan administrasi terhadap 10 unit mobil truck muatan kayu bagan yang melintas di jalan lintas timur.

Mulyadi Polisi Hutan (Polhut) KPH Sigambir Kota Waringin mengatakan pemeriksaan ini dilakukan setelah pihaknya mendapati informasi dari masyarakat ‎terkait mobil truck muatan kayu bagan sebanyak 133 batang yang melintas di daerah setempat.

Menurutnya setelah dilakukan pemeriksaan, kayu bagan tersebut berasal dari Simpang Teritip, Bangka Barat ‎yang ditebang di Hutan Areal Penggunaan Lain (APL) daerah setempat dengan peruntukkan kayu bagan untuk nelayan Rebo, Sungailiat.

Lantaran diduga kekurangan kelengkapan dalam hal administrasinya, Pihak Polhut akan melakukan pengamanan sementara terhadap 10 unit mobil truck muatan kayu yang dipesan oleh Alim, warga Rebo sembari menunggu tim penyidik dari Dinas Kehutanan Provinsi Babel. 

“Kalau kita lihat ini ada kekurangan ‎di administrasinya dan nanti kekurangannya mungkin pembayaran PSDR nya dan nanti ada tim yang berwenang untuk itu,”katanya.Senin (7/1/2019).

Tak lama berselang, tim Polhut Provinsi Babel yang tiba dilokasi turut melakukan pemeriksaan administrasi atas mobil truck muatan kayu bagan tersebut. saat dilakukan pengecekan, ternyata dokumen yang dimiliki terdapat selisih yang berbeda dengan muatan yang dibawa. 

“Sesuai dokumen yang ada, tercatat 108 batang tapi pada kenyataannya ‎yang diangkut hari ini lebih dari 108 batang,”kata penyidik Polhut Dishut Babel.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh PPNS Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Kasi Pengembangan Hasil Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Ibnu Hajar menjelaskan kepada tim yang berada dilokasi mengatakan ‎pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap hal tersebut.

Ibnu menjelaskan untuk selisih yang ada, itu diluar kewenangannya, pihaknya menjatuhkan sanksi administrasi kepada pihak yang memesan kayu tersebut. 

“Kita selesaikan secara administrasinya dan perbaiki administrasinya lalu kewajiban mereka kepada negara dengan membayar PNBP sesuai dengan jumlah kayu yang diangkut,”katanya.

Dia menambahkan, untuk asal usul kayu sendiri diperoleh dari Area Penggunaan Lain (APL) daerah Simpang Teritip Bangka Barat yang dipesan oleh nelayan Rebo dengan peruntukkan membuat bagan nelayan setempat. 

“Jadi ini memang untuk masyarakat dimana kayu bagan ini sifatnya musiman dan musim tertentu masyarakat mengurus kayu bagan ini,”katanya.

Penulis :Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button