NEWS

Kajari Bangka Harap Aparat Desa Bisa Gunakan Dana Desa Sesuai Keperuntukannya

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Kepala Kejaksaan Negeri Bangka,Jefrie Rielki Huwae mewanti wanti seluruh desa diwilayah hukumnya untuk dapat menggunakan dana desa sesuai peruntukkannya sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat masing masing desa dan tercipta kesejahteraan.

“Jadi mereka harus tau bagaimana merumuskan kegiatan mulai dari planing,perencanaan,prosesnya,kemudian output hasil yang mau dicapai itu apa serta program yang dikerjakan itu bermanfaatkah,nah itu yang kita rumuskan,”katanya Saat coffee morning dengan wartawan Bangka,Rabu (16/1/2019).

Dikataknya pihaknya sudah turun ke desa desa untuk memberikan arahan terkait penggunaan dana desa itu,pihaknya juga serius dalam mengawal setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh desa daerah ini yang menggunakan dana desa.

“Bahkan kita sudah turun ke desa desa dan dalam tanda petik kita sudah mengintervensi semua program didesa desa sehingga semua kegiatan desa yang bersumber dari dana desa itu diarahkan sesuai dengan potensi desa,baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya demi meningkatkan perekonomian masyarakat desa itu sendiri,” jelasnya. 

Hal ini dilakukan pihaknya untuk mencegah kegiatan seremonial oleh suatu desa yang mana efeknya tidak berimbas terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. 

“Saya kasih contoh,dulu ada kegiatan bimtek oleh desa dan 62 desa ini pergi ke solo rame rame. Bagus,tidak ada yang tidak bagus. Disini kejaksaan hanya memberikan saran,artinya apa bimtek dibolehkan tapi harus disesuaikan dengan potensi desa sumber daya yang ada desa sehingga bimtek tidak dijadikan suatu kegiatan seremoni,” terangnya.

Untuk itu,kepada seluruh desa yang memiliki dan mempunyai sumber daya yang memiliki potensi untuk dikembangkan, pihaknya menyarankan desa yang dimaksud untuk melakukan kegiatan bimtek tersebut ke daerah yang dianggap berhasil dalam memanfaatkan sumber dayanya sebagai sumber pendapatan dan sumber perekonomian masyarakat setempat. 

“Kalau daerahnya suka bikin kerupuk, bimteknya ke Sidoarjo, kalau daerahnya suka bikin keripik, bimteknya ke Lampung, kalau disini sukanya bikin otak otak dan empek empek, datang aja ke Palembang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ditahun 2019 ini, pihaknya melakukan perubahan terhadap pola yang ada sebelumnya agar seluruh kegiatan di desa yang menggunakan dana desa berdampak terhadap kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa daerah ini.

“Untuk itu,kejaksaan hadir untuk menentukan skala prioritas dan kegiatan harus sifatnya strategis,” katanya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button