NEWS

Dinsospemdes Bangka Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui ADD

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Bangka menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD), jum’at (18/1/2019) di ruang bina praja secretariat daerah (Setda) Kabupaten Bangka.

“Dari 62 desa di Kabupaten Bangka, terkhusus untuk dana desa 2019 mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp.59.701.593.000, kemudian Alokasi Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp.66.496.817.500, bagian hasil pajak tahun 2019 sebesar Rp.4.972.492.000, dan bagian hasil retribusi tahun 2019 sebesar Rp.836.852.000.” ungkap Kepala Dinsospemdes Arman Agus dalam laporannya dihadapan 62 Kepala Desa se-Kabupaten Bangka

Selain dana tersebut, bantuan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 teruntuk Badan Usaha Desa (BUMDes) sebesar Rp.100.000.000 per desa untuk 40 desa dari 62 desa yang ada.

“Realisasi serapan dari dana desa tahun 2018 per 17 januarai kemaren. Kami diminta untuk laporan dari seluruh desa, karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia akan mengaudit terhadap realisasi dana desa 2018. Dan alhamdulillah kawan-kawan seluruh dari 62 desa telah menyampaikan semua laporan realisasi dana desa 2018 yaitu pagu dana Rp.51.718.989.000,.Kami bagikan, dan kami belanjakan terhadap kegiatan seluruh yang ada didesa sesuai dengan Permendes No.16 Tahun 2018.Kemudian penyaluran ke rekening kas desa tahap 1-3 sebesar Rp.51.718.989.000, belanja bidang pembangunan sebesar Rp.42.419.527.855, belanja bidang pemberdayaan masyarakat Rp.6.199.303.018, belanja bidang pembinaan kemasyarakatan Rp.72.258.000, total realisasi belanja sebesar Rp.48.691.088.873 atau sebesar 94,15, dengan silpa sebesar Rp.4.640.054.290,”jelasnya.

Nantinya Alokasi Dana Desa yang akan dibagikan kepada 62 desa yang ada di Kabupaten Bangka, pembagiannya mempedomani dari Peraturan-peraturan yang ada sesuai dengan jumlah penduduk, daerah miskin, serta factor lainnya.

Sementara itu, Bupati Bangka yang diwakili Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Teddy Sudarsono membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terkait tujuan dari Undang-undang desa No.06 Tahun 2014, dimana salah satu tujuan dari Peraturan Perundang-undangan tersebut adalah melindungi, menguatkan dan memberdayakan desa agar lebih maju, mandiri dan demokratis.

“Semangat UU Desa dimaksud, guna memberi harapan bagi kesejahteraan masyarakat desa. Jumlah dana yang telah yang dikucurkan kepada desa, baik yang bersumber dari Alokasi Dana desa, yang bersumber dari APBD, dan juga bersumber dari dana APBN, pendapatan asli desa, sumber pihak ketiga dan sumber-sumber lainnya ynag sah, dan tentunya menuntut adanya pengelolaan APBDes yang dikelola secara efektif, efisien, baik dan benar tentunya.” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengharapkan kegiatan yang digelar dapat memberikan motivasi dan dimanfaat bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka.

“Mari bersama kita wujudkan Kabupaten Bangka yang sejahtera dan mulia, ” ajaknya.

Dikesempatan yang sama, Haryono Suyono Konsultan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka merupakan daerah yang pertama untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya memenuhi undangan dari Pemerintah Kabupaten Bangka. Kemudian nanti ke daerah-daerah lainnya. Para pakar akan berkeliling Indonesia untuk melihat dan menggerakkan terutama bagaimana pembangunan desa-desa, pada masa-masa yang akan datang mengembangkan pembangunan,”jelasnya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button