NEWS

Tangani Perkara Warga Mabat,Mulkan Akan Bentuk Tim Khusus

Lensabangkabelitung.com-Sungailiat – Ratusan perwakilan masyarakat dari Desa Mabat Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka melakukan aksi demontrasi, Kamis (27/12/2018) di Pengadilan Negeri Sungailiat, DPRD Kabupaten Bangka dan Kantor Bupati Kabupaten Bangka.

Para pendemo ini mengatasnamakan Gerakan Perjuangan Kebun Plasma Masyarakat Mabat (GPK Plasma Mabat) bersama Laskar Merah Putih, GPII, PAB, Permahi, HKTI, PPKS Babel dan KPKS MP menyampaikan tuntutannya baik kepada anggota dewan maupun Bupati.

Massa mempermasalahkan putusan PN Sungailiat, Pengadilan Tinggi (PT) Babel dan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan hak penguasaan kebun plasma sawit seluas 279,65 hektare menjadi hak PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) tersebut, meminta Bupati Bangka untuk mendampingi mereka menghadapi pihak PT THEP terkait masalah tersebut.

Bupati Bangka, Mulkan langsung menemui massa dan meminta perwakilan mereka untuk melakukan pertemuan di Ruang Kerjanya. 

”Kita dari pihak petani, tidak minta banyak kepada Bapak (Bupati).Kami hanya ingin PT THEP dapat duduk bersama membahas permasalahan ini, melalui Pak Bupati.”jelas Asmawi salah satu perwakilan Massa. 

Mulkan mengaku prihatin dengan nasib warga Masyarakat Mabat yang telah jauh-jauh datang demi menyuarakan aspirasi mereka.

Mulkan menegaskan, pihaknya akan segera menemui pihak perusahaan dan membentuk suatu tim dalam mencari solusi yang tepat dari perkara tersebut. ”Kita akan temui pihak PT THEP untuk membicarakan hal ini. Saya rasa kasihan juga dengan masyarakat. Nanti juga akan kita bentuk tim,”ungkapnya.

Pemkab Bangka, secepatnya akan membentuk tim khusus yang akan mencarikan solusi atas permasalahan antara PT THEP dengan Masyarakat Mabat ini. 

”Segeralah nanti kita bentuk, agar dicarikan solusi yang tepat dari permasalahan antara PT THEP dengan plasma di Mabat ini.” jelasnya. 

Mulkan juga menyayangkan kurangnya koordinasi Masyarakat Mabat kepada pemerintah yang dianggap terlambat, karena sudah mencapai putusan,padahal perusahaan sudah berjalan sejak tahun 2006 silam. 

”Saya sendiri kurang tahu, apakah warga dulunya sudah melakukan koordinasi kepada pemkab, terkait akad kredit berdirinya perusahan. Karena, kan sayang, seharusnya akad kredit harus segera diurus sejak perusahaan berdiri tahun 2006 silam.”ucapnya.

Mulkan berharap agar masyarakat dapat bersabar menunggu usaha dari Pemkab Bangka untuk mencarikan solusi terbaik, dan berharap PT THEP nantinya bersedia melakukan pertemuan dengan pihaknya, bersama warga Masyarakat Mabat. ”Semoga nanti ditemukan solusinya. Saya harap warga bersabar, prosesnya tidak bisa cepat. Kita ingin yang terbaik buat masyarakat kita.” Katanya. 

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Imelda yang memimpin rapat dengan para perwakilan demo perwakilan petani sawit Desa Mabat Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka, menjelaskan dari hasil pertemuan tersebut pihaknya akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan pihak-pihak terkait.

Menurutnya DPRD Kabupaten Bangka akan mediasi dan memfasilitasi pertemuan untuk menyelesaikan konflik antara para petani sawit di Desa Mabat dengan PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP).

“Masalah demo petani sawit dengan PT THEP ini kami akan menjadwalkan pertemuan kembali karena terus terang kami di lembaga tidak bisa mengambil keputusan sendiri kami punya lembaga.Kami mohon kepada masyarakat yang melaporkan untuk menyurati DPRD dalam waktu dekat. Setelah itu kami jadwalkan di badan musyawarah, nanti melalui lembaga kita akan memanggil pihak-pihak terkait seperti sekda, PT THEP, dinas pertanian, bagian pertanahan, bagian hukum, perwakilan masyarakat petani plasma, kades, camat, ketua BPD dan kepala dusun,” jelas Imelda.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button