NEWS

Pembiayaan KSR Bank Sumsel Babel Meningkat

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT – Disaat anjloknya harga sawit, karet dan lada para petani Kabupaten Bangka banyak yang beralih menanam singkong. Animo para petani menanam singkong ini terlihat dari meningkatnya penyaluran pembiayaan Kredit Singkong Rakyat (KSR) yang dilakukan oleh Bank Sumsel Babel.

Pimpinan Bank Sumsel Cabang Sungailiat Sadikin Syamsumin mengatakan program KSR ini melibatkan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan). Bank Sumsel Babel, katanya menyalurkan kredit dengan bunga sebesar tujuh persen dan pengembaliannya berdasarkan siklus panen petani.

Saat ini saja, kata Sadikin ada empat desa yang telah mengajukan program KSR yakni Desa Saing Kecamatan Puding Besar dengan luas lahan 42,13 hektar, Desa Tiang Tara, Kecamatan Bakam dengan luas lahan 15,16 Hektar, Desa Mabat Kecamatan Bakam dan Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Untuk satu hektar lahan penanaman singkong, Bank Sumsel Babel, lanjut dia, memberikan KSR sebesar Rp 16 juta per hektar dengan agunan atau jaminan Surat Kepemilikan Tanah (SKT).

“Alhamdulillah kalau yang sudah panen kemarin termasuk sukses. Yang di Desa Tanah Bawah sudah, sekarang ambil lagi. Sekarang bulan ini ada 68 petani yang sudah mengaju sudah di survei hari ini,” kata Sadikin di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2018). 

Untuk harga singkong sekarang ini, kata Sadikin, dibeli pihak pabrik tapioka sebesar Rp 1.450 per kilogram dan jika harga anjlok maka pabrik tetap membeli dengan harga minimal Rp 850 per kilogram. 

“Harga lumayan sekarang. Mereka tidak usah bayar kewajiban sampai masa panen. Pas panen langsung dilunasi nanti dari pabrik transfer uangnya ke bank. Animo masyarakat mulai bangkit selama ini kan mereka idolanya sawit,melihat harga sawit seperti ini mereka lari ke singkong,” jelas Sadikin.

Disinggung, apakah saat ini ada kelompok tani yang sudah melunasi KSR, menurut Sadikin ada beberapa yang melunasi, tetapi melanjutkan kembali KSR tersebut untuk penanaman yang baru.

Dia menjelaskan, jangka waktu KSR selama setahun tetapi dari masa tanam hingga selama sembilan bulan biasanya sudah panen dan petani bisa melunasi KSR. 

“Sebelum pinjaman diberikan petugas bank juga harus datang melihat, meninjau karena dikoordinir oleh ketua kelompok. Nanti dari uang yang kredit itu akan dibayar. Makanya petani diajak untuk menanam singkong karena untuk harga sudah dijamin pihak pabrik tapioka yang membeli dengan harga tinggi,” kata Sadikin.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button