NEWS

Kejari Bangka Gelar Nganggung di Hari Anti Korupsi

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka bersama Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi)Bangka memperingati Hari Anti Korupsi Indonesia tahun 2018, Kamis (6/12/2018). Dalam acara yang dipusatkan di halaman Kantor Kejari Bangka ini turut digelar adat nganggung Sepintu Sedulang.

Kajari Bangka, Rielke Jeffri Huwae SH, mengatakan, acara peringatan hari anti korupsi di Kabupaten Bangka tahun 2018, dilaksanakan dalam nuansa adat Bangka yakni Sepintu Sedulang yakni Nganggung, karena setiap siapapun yang berbicara mengedepankan adanya upaya budaya anti korupsi, budaya tidak bisa dibuat menjadi modern.

Budaya lanjutnya, harus diselidiki darimana timbulnya, karena budaya timbul dari adat, maka pencegahan tindak pidana korupsi di daerah ini, dimulai dari sikap kita untuk komitmen, yang didasari dari ketentuan-ketentuan hukum adat yang berlaku di daerah ini.

“Sifat gotong-royong yang kita kembangkan dalam tradisi Sepintu Sedulang yakni nganggung, agar supaya kita membangun komitmen bersama berdasarkan budaya kita, bukan budaya orang lain, daerah ini akan maju, karena kita lahir di daerah ini, bekembang dan maju, berjuang bersama dengan budaya disini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kajati Babel Sumardi dalam sambutannya mengatakan, Hari Anti Korupsi diperingati oleh seluruh jajaran Kejaksaan se-Indonesia. Acara ini bukan hanya seremonial namun sebagai forum silahturahmi dan wadah untuk mencegah Tipikor.

“Pemerintah saat ini gencar melakukan pembangunan yang salah satunya adalah dana desa yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun sejak program dana desa digulirkan pada tahun 2015. Saya mengimbau kepada kepala desa melaksanakan kegiatan dengan optimal dengan mempedomani ketentuan yang berlaku sesuai dengan peruntukan dan pertanggungjawaban,”katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dalam sambutannya mengatakan, Pemda Bangka sangat mengapresiasi peringatan Hari Anti Korupsi sehingga betul-betul menjadi bagian dalam mengevaluasi diri maupun secara bersama-sama untuk dapat menghindari praktek atau tindakan korupsi.

“Pemerintah desa memiliki peranan strategis dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang bersumber dari dana desa sehingga diharapkan implementasinya dapat terlaksana efektif, akuntabel dan tepat sasaran dengan mengedepankan dan bersandarkan kepada payung hukum,”ungkapnya.

Dia berharap sinergitas bersama untuk mencegah dan menghilangkan praktek di berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat. Dengan peringatan Hari Anti Korupsi 2018 ini menggambarkan suatu tekad dan komitmen yang kuat dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi.

“Mencegah terjadinya memang akan lebih baik ketimbang mengatasi tindakan yang sudah terjadi, karena paradigma pemberantasan korupsi sekarang lebih ditekankan kepada pencegahannya. Tujuan dari memperingati Hari Anti Korupsi Indonesia ini, seiring dan sejalan dengan salah satu visi misi Pemda Bangka yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan,”katanya. 

Peringatan Hari Anti Korupsi Indonesia, kali ini diisi dengan pembacaan dan penandatanganan pakta integritas anti korupsi oleh perwakilan Kades se-Kabupaten Bangka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon yang dipimpin oleh Wakajati Babel.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button