NEWS

Persiapan UNBK 2019, SMP Negeri Di Bangka Butuh 260 Set Komputer

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT — Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Riky Ramadhani mengatakan, ada 30 SMP Negeri dan Swasta di 8 Kecamatan di Kabupaten Bangka yang membutuhkan setidaknya 260 set komputer. Ratusan set komputer itu untuk persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 mendatang.

Demikian dijelaskan Riky Ramadhani diruang kerjanya, Kamis (15/11/2018) siang.

“Satu sekolah diperkirakan perlu 40 – 80 set komputer, tergantung jumlah siswa di sekolah tersebut. Jumlah yang dibutuhkan sekitar 260 set atau 10 paket. Terdiri dari 1 server, 20 klien, 1 set jaringan UPS komplit kabel dan koneksinya,” jelas Riky.

Ia melanjutkan, dana yang dibutuhkan untuk pengadaan komputer itu sekitar Rp 1,3 milyar. Ditambah biaya jaringan dan server, totalnya sekitar 1,7 milyar.

“Anggaran sudah diusulkan, mudah – mudahan bisa terlaksana,” ujarnya berharap.

Lalu bagaimana dengan sekolah yang belum lengkap sarananya untuk melaksanakan UNBK? Dikatakan Riky, untuk sekolah yang belum punya sarana bisa menumpang di sekolah lain untuk melaksanakan UNBK. Itupun, jarah tempuhnya tidak boleh lebih dari 5 kilometer.

“Menurut aturan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, jarak tampuh paling jauh 5 kilometer dari sekolah yang bersangkutan,”

Diakuinya, memang beberapa sekolah di Kabupaten Bangka sudah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri, tetapi banyak juga yang masih belum siap, lantaran masih kekurangan sarana dan prasarana.

Di Kecamatan Belinyu misalnya, ada 5 SMP Negeri. SMPN 1 dan SMPN 2 sudah bisa mandiri melaksanakan UNBK. Tetapi untuk SMPN 3, SMPN 4 dan SMPN 5 belum siap, dan terpaksa UNBK menumpang di sekolah lain. Sementara untuk SMP Yosep dan SMP YPDB sudah bisa mandiri.

Demikian juga keadaan SMP Negeri yang ada di Kecamatan Merawang. SMPN 1 dan SMPN 2 sudah bisa UNBK mandiri, namun SMP N3 masih belum bisa.

Di Kecamatan Sungailiat ada 6 SMP Negeri, dan 4 SMP Swasta. SMPN 1 dan SMPN 2 sudah bisa UNBK mandiri, tetapi SMPN 3, SMPN 4, SMPN5, dan SMPN 6, masih belum bisa UNBK secara mandiri.

“Kalau SMP Muhammadiyah Sungailiat, mereka bisa menumpang UNBK di SMA Muhammadiyah itu juga. SMP Setia Budi Sungailiat bisa menumpang UNBK di SMA Setia Budi itu juga. Tetapi untuk SMP Maria Goretti dan SMP YPK, mereka sudah bisa UNBK secara mandiri, karena sekolah mereka sudah mampu,” terang Riky.

Sementara 3 SMP Negeri di Kecamatan Riau Silip, 3 di Kecamatan Pemali, 4 di Kecamatan Mendo Barat, 3 di Kecamatan Puding Besar, dan 3 di Kecamatan Bakam, 16 SMP Negeri di 5 Kecamatan itu semuanya belum punya sarana untuk melaksanakan UNBK.

Ditanya bagaimana solusinya, jika sekolah belum punya sarana UNBK dengan lengkap? Menurut Riky, solusinya UNBK dilaksanakan secara bergantian. Sebagai contoh, satu mata pelajaran bisa dibagi 3 sesi.

“Insya Allah tahun 2020 kami targetkan semua sekolah sudah bisa UNBK secara mandiri,” harapnya.

Riky menargetkan kelulusan100 persen di tahun 2019 sama seperti tahun 2018 ini. Ia menargetkan prestasi siswa – siswi ditingkat provinsi dan nasional, bisa lebih meningkat dari hasil ujian di tahun 2018.

“Tahun 2018 ini ditingkat provinsi kita (Kabupaten Bangka) masuk peringkat 4 besar, tahun 2019 kami targetkan masuk peringkat 3 besar. Di tingkat nasional ditargetkan masuk dalam peringkat 30 besar, dari seluruh kabupaten / kota se – Indonesia,” katanya.

Riky juga mengakui tidak ada siswa – siswi yang meraih nilai 100 pada UNBK tahun ajaran 2017 – 2018. Pada tahun UNBK tahun ajaran 2016 – 2017 lalu, ada 8 siswa yang berhasil memperoleh nilai 100. (Red)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button