NEWS

Mulkan Bantah Usir Penghuni Asrama ISBA Jogja

Lensabangkabelitung.com, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan penataan ulang pada aset yang ada di luar Pulau Bangka salah satunya Mess Asrama Mahasiswa Bangka (ISBA) yang ada di Jogyakarta. Surat edaran bupati sudah dikeluarkan dengan isi agar penghuni mengosongkan asrama untuk sementara hingga Desember 2018.

“Kita bukan mengusir mahasiswa mahasiswi kita disana, itu bahasa surat, bahasa teknis, mungkin dari beberapa yang membaca mengasumsinya lain, bahwa pengosongan itu pengusiran sebenarnya bukan, tetapi untuk penataan ulang,” kata Bupati Bangka Mulkan kepada wartawan di halaman Kantor Bupati Bangka, Selasa (6/11/2018).

Menurut dia, aset Pemkab Bangka ini adalah milik masyarakat yang harus diselamatkan dan dipertanggungjawabkan. Penataan aset dilakukan agar pemanfaatannya bisa berdaya guna dan tepat guna. Penataan juga dilakukan agar diketahui jelas siapa yang menghuni asrama tersebut.

“Kita ingin orangtua mengetahui secara jelas bahwa anaknya tinggal di asrama, jangan sampai anak minta uang kost tapi tinggal di Asrama Pemkab Bangka. Surat untuk penataan dan meminta pengosongan asrama hingga akhir Desember ini sebagai langkah penataan asrama yang tidak tertata belakangan ini,” katanya.  

Sebelumnya, sudah ada peninjauan di asrama di Yogyakarta yang dipimpin oleh Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, bersama dengan DPRD Bangka, Komisi II DPRD Bangka yang membidangi permasalahan aset. Bahkan Mulkan menyebutkan ia juga telah meninjau langsung asrama tersebut.

“Kami akan melakukan transparansi terhadap masyarakat dalam penataan aset, Pemkab Bangka memiliki beberapa aset berupa asrama atau mess di Jakarta satu unit, di Bogor satu unit, di Bandung dua unit, di Jogya satu unit di Palembang tiga unit. Kami harus terbuka kepada masyarakat karena ini menyangkut kekayaan daerah. Ini harta kekayaan daerah milik masyarakat dan harus diselamatkan,” katanya.

Secara legalitas, Pemerintah Kabupaten Bangka kata Mulkan, memiliki hak dalam mengelola aset tersebut, sehingga penataan perlu dilakukan supaya keadaan Asrama ISBA Yogyakarta lebih tepat guna.

Selama ini, dia belum melihat pengelolaan mess ini secara khusus. Surat yang diedarkan juga ditujukan agar memancing penghuni Asrama ISBA Yogyakarta untuk proaktif datang dan melapor sebagai penghuni.

“Jadi kalau ada pengurus di lapangan ada laporan ke bagian aset per tiga bulan bagaimana kondisi aset disana,siapa yang jadi penghuni disana, anak siapa, kita harus ada data, dari kabupaten lain berapa. Ini punya daerah kita, aneh kalau kita tidak tahu siapa yang diam di sana,” katanya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button